daily-vibes

Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Dikeluhkan Warga, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing

Rabu, 1 Juli 2026 | 23:20 WIB
Warga keluhkan asap kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang, Banten. (Threads/qibtii05)

PONTIANAKGLOBE.COM, TANGERANG -- Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, yang terjadi sejak Selasa (30/6/2026), mulai dikeluhkan warga sekitar akibat kepulan asap tebal yang mengganggu aktivitas dan pernapasan.

Hingga Rabu (1/7/2026), api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

Baca Juga: Latsar Calon Manajer Kopdes Jadi Sorotan, Kemhan Pastikan Pelatihan SPPI Berbeda dengan Pendidikan Militer untuk Prajurit

Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter water bombing guna membantu memadamkan api dari udara.

Warga Khawatir Asap Ganggu Kesehatan

Keluhan warga ramai disampaikan melalui media sosial. Salah satunya diunggah akun Threads @qibtii05 yang memperlihatkan kobaran api dan asap hitam pekat membumbung dari lokasi TPA.

"Ini siapa yang ngide TPA sebesar itu dibakar? Udah kaya gini gimana jadinya? Ini deket banget loh dari rumah warga," tulisnya, Selasa (30/6/2026).

Ia juga mengkhawatirkan dampak asap terhadap kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, bayi, dan balita.

"Gimana lansia, ibu hamil, bayi dan balita? Tolong dong buat pemerintah Tangerang, masa harus keulang lagi kejadian asap berminggu-minggu," tulisnya.

Dalam unggahan lain, pemilik akun menyebut api masih berkobar hingga malam hari.

"Dapet info belum padam. Doain semoga hujan turun ya. Pikiran ku ke mana-mana sama umi yang di rumah, mana rumahku persis sekali di belakang ini. Warga Threads minta doanya semoga cepat padam dan enggak merembet ke mana-mana," tulisnya.
Baca Juga: Viral Karyawan Minimarket di Ambon Terekam Iseng Bakar Kaki Bocah, Berujung Klarifikasi dan Minta Maaf

Posko Medis Disiagakan

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat asap, pemerintah mendirikan posko medis di sekitar lokasi kebakaran.

Menurut unggahan akun yang sama, ambulans, tenaga medis, dan relawan PMI disiagakan untuk melayani warga yang mengalami gangguan pernapasan.

"Ada posko pengungsian di balai desa. Ambulans, dokter, dan tim PMI pun standby di posko," tulisnya.

Halaman:

Tags

Terkini