Di sisi lain, tanpa pendampingan yang tepat, teknologi juga dapat membawa anak-anak kehilangan fokus, kehilangan karakter, bahkan kehilangan identitas.
Karena itu, sekolah tidak cukup hanya mengajarkan pengetahuan.
Sekolah harus membentuk kebijaksanaan.
Melahirkan Manusia Utuh
Selama lebih dari satu abad, PKN dikenal bukan hanya karena prestasi akademiknya.
Sekolah ini dibangun dengan cita-cita membentuk manusia seutuhnya.
Manusia yang memiliki iman, intelektualitas, kedisiplinan, kematangan emosional, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurut Mgr Samuel, kemampuan akademik tanpa karakter tidak akan cukup menghadapi dunia yang semakin kompleks.
Lulusan Nyarumkop harus mampu bersaing di mana saja tanpa kehilangan identitas sebagai pribadi yang beriman dan berintegritas.
"Tidak mudah membentuk manusia secara utuh dan menyeluruh," katanya.
Tetapi justru itulah misi utama pendidikan Katolik.
Bahasa Inggris, Jendela ke Dunia
Dalam refleksinya, Mgr Samuel juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Inggris.
Ia berbagi pengalaman pribadi ketika harus menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai kesempatan, termasuk saat berada di luar negeri.
Baginya, kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.