110 Tahun Nyarumkop, dari Warisan Misionaris Menuju Sekolah Favorit Masa Depan

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Minggu, 14 Juni 2026 | 09:42 WIB
Lukisan karya Laurensius Kubal di Wisma Emaus, Nyarumkop, Singkawang Kalbar. Wisma Emaus dulunya sempat menjadi biara Bruder kongregasi Maria Tak Bernoda (MTB). Kubal melukis Keluarga Kudus yaitu Yesus, Maria dan Santo Yoseph versi Dayak. Ia juga menggambarkan suku  bangsa datang kepada Yesus. (Pontianak Globe/Andreas Harsono)
Lukisan karya Laurensius Kubal di Wisma Emaus, Nyarumkop, Singkawang Kalbar. Wisma Emaus dulunya sempat menjadi biara Bruder kongregasi Maria Tak Bernoda (MTB). Kubal melukis Keluarga Kudus yaitu Yesus, Maria dan Santo Yoseph versi Dayak. Ia juga menggambarkan suku bangsa datang kepada Yesus. (Pontianak Globe/Andreas Harsono)

Anak-anak yang lulus dari Nyarumkop harus mampu berkomunikasi dengan dunia.

Mereka harus siap menghadapi kompetisi global tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai yang mereka miliki.

Ia bahkan mendorong pemanfaatan teknologi seperti YouTube dan berbagai platform digital sebagai sarana belajar yang efektif apabila digunakan secara terarah.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Mgr Samuel menyampaikan sebuah mimpi besar.

Ia berharap Persekolahan Katolik Nyarumkop menjadi sekolah favorit yang melahirkan generasi unggul dan berkarakter.

Sekolah yang mampu menghasilkan lulusan dengan kemampuan berpikir kritis, disiplin, tangguh, dan siap diterima di berbagai perguruan tinggi ternama.

Namun ada satu hal yang menurutnya tidak boleh hilang.

Pendidikan bermutu harus tetap dapat diakses oleh masyarakat luas.

Mutu dan keterjangkauan harus berjalan bersama.

Mewujudkan cita-cita itu tentu membutuhkan kerja kolektif.

Guru harus terus meningkatkan kapasitasnya. Sarana dan prasarana perlu diperbarui. Alumni perlu mengambil bagian. Gereja dan masyarakat juga harus terus memberikan dukungan.

Saatnya Memberi Kembali

Ketua Panitia Reuni Akbar PKN ke-110, Yustianus SE MM, mengatakan bahwa pengukuhan panitia menjadi penguatan moral untuk bekerja secara solid dan terstruktur.

"Kami siap bekerja bersama, membangun koordinasi yang baik antar seksi, serta melibatkan seluruh alumni dan elemen pendukung agar perayaan 110 tahun ini menjadi momen bersejarah dan bermakna," ujarnya.

Rangkaian kegiatan Reuni Akbar PKN ke-110 dijadwalkan berlangsung pada 4–6 September 2026 dan diawali dengan Pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) serta peringatan Hari Ulang Tahun PKN pada 3 September 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB
X