110 Tahun Nyarumkop, dari Warisan Misionaris Menuju Sekolah Favorit Masa Depan

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Minggu, 14 Juni 2026 | 09:42 WIB
Lukisan karya Laurensius Kubal di Wisma Emaus, Nyarumkop, Singkawang Kalbar. Wisma Emaus dulunya sempat menjadi biara Bruder kongregasi Maria Tak Bernoda (MTB). Kubal melukis Keluarga Kudus yaitu Yesus, Maria dan Santo Yoseph versi Dayak. Ia juga menggambarkan suku  bangsa datang kepada Yesus. (Pontianak Globe/Andreas Harsono)
Lukisan karya Laurensius Kubal di Wisma Emaus, Nyarumkop, Singkawang Kalbar. Wisma Emaus dulunya sempat menjadi biara Bruder kongregasi Maria Tak Bernoda (MTB). Kubal melukis Keluarga Kudus yaitu Yesus, Maria dan Santo Yoseph versi Dayak. Ia juga menggambarkan suku bangsa datang kepada Yesus. (Pontianak Globe/Andreas Harsono)

Namun sesungguhnya makna terbesar reuni ini bukanlah acara tiga hari tersebut.

Makna terbesar reuni adalah ketika para alumni kembali menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari sebuah warisan besar yang telah dibangun selama lebih dari satu abad.

Warisan itu kini berada di tangan mereka.

Sebagaimana para misionaris dahulu menanam benih pendidikan di tengah Kalimantan, generasi alumni hari ini ditantang untuk merawat, memperkuat, dan mengembangkannya.

Karena setelah 110 tahun berlalu, pertanyaan yang paling penting bukan lagi apa yang telah diberikan Nyarumkop kepada para alumninya.

Melainkan apa yang dapat diberikan para alumni kepada Nyarumkop untuk 110 tahun berikutnya. ***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB
X