daily-vibes

Dari dr. Richard Lee ke Dedi Mulyadi, Dua Tahun Isu Aqua Tak Kunjung Usai

Jumat, 24 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Menyoroti kasus temuan sumber air baku di pabrik Aqua menggunakan sumur bor hingga skandal pencemaran BPA. (Dok. TikTok.com/@drrichardlee)

PONTIANAKGLOBE.COM, SUBANG -- Mendadak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ke pabrik air minum bermerek Aqua di Subang, Jawa Barat, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video yang viral di kanal YouTube KDM Channel pada Rabu, (22/10/2025), Dedi tampak menemukan fakta bahwa sumber air baku Aqua ternyata berasal dari sumur bor, bukan mata air seperti yang selama ini diyakini publik.

Dalam video tersebut, Dedi terlihat berbincang dengan salah satu pekerja pabrik. Saat ditanya dari mana air diambil, pekerja itu menjawab, “Airnya dari bawah tanah, Pak.” Mendengar jawaban tersebut, Dedi tampak kaget.

“Dikira oleh saya dari air permukaan, dari sungai atau mata air. Berarti kategorinya sumur pompa dalam,” ujarnya.

Baca Juga: Viral Ucapan Bupati Situbondo, Rio Wahyu, Sentil Langsung Mental Feodal di Pemerintahan

Potongan video itu dengan cepat viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet merasa terkejut dan mempertanyakan klaim 'air pegunungan' yang selama ini melekat pada merek Aqua.

Menurut Dedi, informasi semacam ini perlu dijelaskan secara terbuka agar masyarakat tidak salah paham.

“Kalau ternyata diambil dari sumur pompa dalam, tentu harus dijelaskan agar publik tahu asal-usulnya. Transparansi itu penting,” kata Dedi.

Ia juga menyoroti dampak ekologis dari pengambilan air tanah dalam skala besar.

“Air tanah itu sumber daya alam yang harus dijaga keberlanjutannya,” tambahnya.

Temuan tersebut memunculkan kembali perdebatan lama mengenai praktik industri air minum dalam kemasan dan kejujuran perusahaan dalam mengomunikasikan sumber air bakunya kepada publik.

Viralnya sidak Dedi Mulyadi mengingatkan publik pada polemik yang pernah menimpa Aqua dua tahun lalu. Pada 2023, dokter sekaligus influencer Richard Lee mengungkap adanya kandungan Bisfenol A (BPA) dalam kemasan galon air mineral merek tersebut.

“Di Eropa, penggunaan galon berbahan polikarbonat sudah dilarang karena mengandung BPA. Tapi di Indonesia, masih digunakan oleh merek besar,” ujar Richard Lee lewat akun TikTok-nya pada 4 Oktober 2023.

Baca Juga: Data BI vs Kemendagri Soal Dana Pemda, Menkeu Purbaya Ungkap Sikapnya

Menurutnya, paparan BPA dalam jangka panjang bisa berbahaya bagi kesehatan.

“Dan yang mengejutkan, merek air terbesar di Indonesia masih memakai bahan itu,” katanya kala itu.

Halaman:

Tags

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB