daily-vibes

Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Masih Berlangsung, 65 Orang Tewas

Selasa, 7 Oktober 2025 | 08:56 WIB
Proses hukum terkait kemungkinan tindak pidana akan dilakukan Kepolisian usai evakuasi Ponpes Al Khoziny selesai. (Instagram @kantorsar_surabaya)

PONTIANAKGLOBE.COM, SIDUARJO -- Ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 September 2025, masih menjadi perhatian nasional.

Hingga kini, proses evakuasi korban yang terjebak di reruntuhan musala terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Baca Juga: Pilu Franka Franklin Usai Pantau Sidang Praperadilan Nadiem Makarim, Ungkap Anak-anak Setiap Hari Menanyakan Sang Ayah

Dalam pembaruan terbaru, tercatat 169 orang menjadi korban, dengan rincian 104 orang selamat dan 65 lainnya meninggal dunia.

Peristiwa ambruknya musala terjadi saat para santri melaksanakan salat Ashar, menyebabkan banyak di antara mereka tertimbun puing bangunan.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur masih bekerja mengidentifikasi para korban.

Proses ini dilakukan di dua lokasi, yakni Ponpes Al Khoziny sebagai posko ante mortem dan RS Bhayangkara sebagai posko post mortem.

Baca Juga: Trading Futures Peluang Besar atau Risiko Tinggi? Pahami Dulu Sebelum Terjun!

“Kami memastikan tim DVI Polda Jawa Timur bersama seluruh instansi terkait akan terus bekerja maksimal, cepat, dan hati-hati agar seluruh jenazah korban bisa segera dikenali serta diserahkan kepada keluarga masing-masing,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Senin malam (6/10/2025).

17 Korban Teridentifikasi, Mayoritas Santri

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes M. Khusnan Marzuki, menyampaikan pihaknya telah menerima 59 kantong jenazah, termasuk satu kantong berisi body part yang cocok dengan salah satu jenazah.

“Sampai hari ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi 17 korban dari total 59 kantong jenazah,” kata Khusnan.

“Dilihat dari usia dan barang-barang yang ditemukan, kami menduga seluruhnya adalah santri,” imbuhnya.

Baca Juga: Forex vs Saham, Begini Cara Memilih Investasi Aman untuk Pemula, Jangan Asal Ikut Tren!

Khusnan menambahkan, proses identifikasi masih menggunakan metode ante mortem dan post mortem, sementara uji DNA tengah diproses di Lab DNA Pusdokkes Polri Jakarta.

Halaman:

Tags

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB