“Sebelas korban berhasil dievakuasi di sektor A3, sisi belakang reruntuhan. Salah satu korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh,” katanya.
Baca Juga: Purbaya Siap Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis, Luhut: Jangan Gegabah!
Semua jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi tim DVI Polda Jatim.
Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menambahkan sebagian besar korban ditemukan di lantai satu bagian utara bangunan.
Pembersihan puing telah mencapai sekitar 60 persen, namun masih terhambat beton besar yang menempel pada bangunan di sebelahnya.
Untuk menjamin keamanan, BNPB melibatkan tim ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) guna meneliti struktur bangunan.
“Beton di sisi kiri terhubung dengan bangunan lain. Tim ITS akan memastikan agar pembersihan tak memicu keruntuhan tambahan,” jelas Budi.
Ia juga mengingatkan risiko kesehatan akibat cairan pembusukan jenazah yang bisa mencemari sumber air bersih di permukiman padat.
Sebagai antisipasi, petugas menambah penyemprotan disinfektan dan memperkuat perlengkapan APD bagi tim di lapangan.
Di tengah puing kehancuran, satu bagian bangunan masih berdiri utuh: mimbar musala tempat imam memimpin salat.
Video yang diunggah akun Instagram @infojember memperlihatkan mimbar itu tetap tegak, meski sekelilingnya rata dengan tanah.
Warga meyakini posisi dekat mimbar menjadi lokasi selamat bagi sejumlah santri.
“Banyak korban selamat yang berada di shaf depan,” tulis keterangan unggahan tersebut.
Tim SAR gabungan tetap bekerja 24 jam bergantian, berjuang di tengah udara pengap dan puing-puing tajam.