PONTIANAKGLOBE.COM, NUSA TENGGARA TIMUR -- Penanganan masa tanggap darurat akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung.
Gempa tersebut terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dan berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Guncangan kuat tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Golden Tulip Pontianak Hadirkan “Dimsum Splash” Dengan Lebih Dari 20 Pilihan Dimsum
Selain bantuan pemerintah, kepedulian juga datang dari masyarakat. Salah satunya dilakukan pemilik toko di Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, yang memilih membuka tokonya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Kisah tersebut terungkap melalui video yang diunggah akun Threads @kang_iman.
“Pemilik toko ini memaksakan diri membuka tokonya untuk bisa melayani kebutuhan masyarakat yang sangat darurat,” tulisnya dalam keterangan unggahan, dikutip pada Selasa, 18 Agustus 2026.
“Gempa di NTT 7,7 SR justru membuatnya bisa saling berbagi dan saling menguatkan,” lanjutnya.
Buka Toko untuk Warga yang Membutuhkan
Dalam video tersebut, pemilik toko bernama Nurdin mengaku meminta karyawannya tetap membuka toko.
Namun, toko tersebut tidak dibuka untuk berjualan seperti biasa. Nurdin ingin menyediakan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak gempa, terutama kebutuhan bayi.
“Mereka juga kena musibah, mereka tadi juga sempat keberatan untuk buka hari ini. Saya bilang kalau saya tidak mau jualan hari ini. Hanya mau menyiapkan untuk orang-orang yang butuh barang-barang seperti untuk bayi, susu, dan pampers. Itu aja,” ucap Nurdin dalam video tersebut.
Baca Juga: BGN Ancam Pecat Kepala SPPG yang Lalai dalam Program MBG
Nurdin mengatakan kondisi tokonya masih relatif baik setelah gempa. Meski sejumlah barang berantakan, sebagian besar stok di dalam toko masih dapat digunakan.
“Nama tokonya Maci Mart Reo yang alhamdulillah kami masih diberi perlindungan, barang-barang saja yang terbengkalai. Makanya saya dorong adik-adik buka toko, mereka juga sibuk ngurus keluarga,” tuturnya.
Tak Ambil Untung, Penjualan Rokok Dihentikan
Artikel Terkait
BGN Ancam Pecat Kepala SPPG yang Lalai dalam Program MBG
Golden Tulip Pontianak Hadirkan “Dimsum Splash” Dengan Lebih Dari 20 Pilihan Dimsum
Jeffray Edward Minta Pemerintah Pusat Perkuat Pembangunan Pelosok Kalbar
Kapasitas Dulu, Kewajiban Kemudian: Menakar RUU Sisdiknas Dosen-Wajib Doktor
Paskibraka Celina Olivia Apriani Theo Menangis Haru Usai Bawa Baki Bendera di Istana Merdeka
Viral Prajurit TNI Dipeluk Komandan Saat Kelulusan, Ternyata Orang Tuanya Ada di Lokasi