"Pater tidak saja dikenal sebagai imam, tetapi juga memiliki peran diplomatik dalam membangun jembatan komunikasi antarumat beragama di seluruh dunia," kata Ignasius.
Ia berharap pengalaman dan dedikasi Padre Marco dapat menginspirasi generasi muda Flores Timur untuk berani berkarya hingga tingkat global tanpa melupakan akar budaya dan tanah kelahirannya.
Kepulangan Padre Marco ke Lewouran menjadi momen yang telah dinantikan masyarakat.
Sehari sebelumnya, ia disambut secara adat oleh ratusan warga yang memadati jalan menuju kampung halamannya.
Sambutan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus kebanggaan masyarakat atas perjalanan putra Flores Timur yang mengabdikan diri di Takhta Suci Vatikan dan membawa nama daerahnya ke panggung internasional. ***
Artikel Terkait
Gus Miftah: Muktamar NU di Tambakberas Harus Bersih dari Intervensi Politik
Polisi Selidiki Tewasnya Siswi SMA Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu
Kiai Anwar Zahid Selamat dari Kecelakaan Alphard Ringsek Ditabrak Truk di Bojonegoro
Peternak DIY Bagi-bagi 1.600 Ayam Gratis di Malioboro, Protes Harga Telur Anjlok
Setahun Berlalu, Br Stephanus Paiman Kenang Investigasi Dugaan Kriminalisasi Warga Desa Inggis
Viral Curhat Warga soal Layanan RSUD Merah Putih Magelang, Ini Respons Rumah Sakit