Ia berharap program Sekolah Rakyat terus berkembang sehingga semakin banyak anak di Bali yang memperoleh akses terhadap pendidikan berkualitas.
Guru Bahasa Inggris jenjang SMP SRT 3 Provinsi Bali, Putu Riski Kamala Hari, menilai fasilitas sekolah telah memberikan dukungan nyata bagi kegiatan pembelajaran maupun pembinaan siswa selama MPLS.
"Dengan fasilitas yang sangat memadai, kami bisa berkumpul di ruang serbaguna, baik untuk kegiatan pembelajaran maupun kegiatan pembiasaan setiap pagi," katanya.
Ia berharap seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar terus mendukung perkembangan peserta didik.
"Semoga ke depannya kami bisa menggunakan fasilitas ini dengan baik dan bertanggung jawab sehingga anak-anak dapat berkembang menjadi generasi maju Indonesia," ujarnya.
Salah seorang siswa kelas VII SRT 3 Provinsi Bali, Ni Kadek Purnama Dewi, mengaku senang mengikuti kegiatan di Sekolah Rakyat. Ia merasakan suasana belajar yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap.
"Saya suka sekolah di sini karena banyak belajar hal baru. Saya juga menjadi lebih disiplin. Asrama dan ruang kelasnya bersih, fasilitasnya lengkap dan bagus," katanya.
Ia berharap dapat terus belajar dengan semangat dan membanggakan kedua orang tuanya.
"Semoga saya bisa membanggakan orang tua dan terus semangat belajar untuk meraih cita-cita," tuturnya.
Pembangunan SRT 3 Provinsi Bali menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan infrastruktur pendidikan yang layak dan berkualitas, sekaligus menciptakan ruang belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik dalam mempersiapkan masa depan. ***
Artikel Terkait
AAUI Bali Rendezvous 2025 Jadi Momentum IFG Perkuat Sinergi BUMN Asuransi
Netizen Geram! Lift Kaca di Tebing Kelingking Bali Dianggap Rusak Pemandangan Alam
Polisi Tangkap Manusia Silver Bersenjata Pisau yang Viral di Bali
Kedubes AS Luncurkan Pelatihan Guru di Bali untuk Dukung Bahasa Inggris Wajib di SD di Indonesia dan Timor Leste
Demam Thrift Shopping di Jalan Bali & Ampera: Ladang Cuan atau Siap-Siap Tergusur Aturan Baru?
Viral Penjahit dan Pelanggan Adu Mulut di Bali, Muncul Dugaan Ujaran Rasis hingga Ancaman