"Apa pun yang saya ucapkan, murni hanya dari aspek kepengacaraan, tidak ada motivasi atau keterlibatan politik apa pun. Sekali lagi, Hotman minta maaf," katanya.
Menurut Hotman, pernyataan tersebut merupakan bagian dari upayanya membela kepentingan hukum klien.
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung pada 17 Juli 2026, Hotman menyebut Febrie Adriansyah merupakan sosok yang dibanggakan Presiden Prabowo.
Ia juga mempertanyakan proses hukum terhadap kliennya.
"Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo. Kenapa enggak nanya Pak Prabowo sebelum melakukan ini ke tangan kanan yang dibanggakan Presiden?" ujar Hotman saat itu.
Hotman juga menilai Febrie memiliki kontribusi besar dalam penyelamatan keuangan negara melalui penanganan sejumlah perkara saat menjabat sebagai Jampidsus.
"Ia mengembalikan kerugian negara Rp130 triliun, ditambah Satgas PKH Rp300 triliun. Total Rp430 triliun kembali ke negara," kata Hotman.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian publik hingga mendapat tanggapan dari Menteri Sekretaris Negara. ***
Artikel Terkait
Hotman Paris Bantah Isu Asistennya Jadi Simpanan Febrie Adriansyah: Itu Fitnah Kejam
Curhat Pemilik UMKM di Kaltim Viral, Mengaku Didatangi Petugas Pajak dan Satpol PP
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Jadi Tersangka Usai OTT KPK, Diduga Terkait Suap Proyek
Peluang Dapil DPR RI Singbebas pada Pemilu 2029 Terbuka, KPU Kalbar Sebut Perlu Kajian Akademik dan Dukungan Politik
Jelang Magna Reunio 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop, Dua Guru Purna Tugas Nyatakan Siap Hadir
Polnep Targetkan 24 Emas di PORSENI XV 2026, Direktur Widodo Tekankan Disiplin Atlet