Kekuatan ledakan menyebabkan bangunan tiga lantai tersebut mengalami kerusakan berat hingga sebagian besar strukturnya runtuh.
Material bangunan juga menimpa tiga unit mobil yang terparkir di depan rumah.
Selain itu, sejumlah rumah di sisi kiri, kanan, dan depan lokasi turut mengalami kerusakan akibat gelombang ledakan.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih diselidiki oleh aparat kepolisian bersama instansi terkait.
Di tengah munculnya dugaan kebocoran gas bumi sebagai penyebab ledakan, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menyatakan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya kandungan gas metana di lokasi kejadian.
Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk mengamankan jaringan gas di sekitar lokasi.
Langkah awal yang dilakukan adalah menghentikan sementara penyaluran gas serta memeriksa kondisi jaringan pipa.
"Prioritas utama PGN saat ini adalah mengamankan lokasi dengan menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk menutup penyaluran gas dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian," ujar Agus.
PGN juga melakukan pengukuran kandungan gas di area rumah yang mengalami ledakan.
Menurut Agus, pemeriksaan dilakukan bersama pihak berwenang dan hasilnya menunjukkan tidak ditemukan kandungan gas metana.
"Berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan oleh tim PGN dan disaksikan pihak eksternal berwenang di lokasi kejadian, termasuk di area lantai satu maupun lantai dua rumah terkait, menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi) di area kejadian," jelasnya.
Penyebab pasti ledakan hingga kini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian dan instansi terkait. ***
Artikel Terkait
Hotman Paris Bantah Isu Asistennya Jadi Simpanan Febrie Adriansyah: Itu Fitnah Kejam
Curhat Pemilik UMKM di Kaltim Viral, Mengaku Didatangi Petugas Pajak dan Satpol PP
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Jadi Tersangka Usai OTT KPK, Diduga Terkait Suap Proyek
Peluang Dapil DPR RI Singbebas pada Pemilu 2029 Terbuka, KPU Kalbar Sebut Perlu Kajian Akademik dan Dukungan Politik
Jelang Magna Reunio 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop, Dua Guru Purna Tugas Nyatakan Siap Hadir
Polnep Targetkan 24 Emas di PORSENI XV 2026, Direktur Widodo Tekankan Disiplin Atlet