"Beberapa hari sebelum resepsi pernikahan Fritz, konglomerat Prajogo Pangestu memanggil saya dan Fritz ke kantornya," ujar Hotman.
Ia menjelaskan bahwa Fritz menerima uang sebesar Rp200 juta, sedangkan dirinya menerima Rp800 juta.
"Saat itu beliau sudah mempersiapkan dua kotak berbeda yang isinya adalah uang. Kotak pertama berisi Rp200 juta diserahkan kepada Fritz, sedangkan kotak kedua berisi Rp800 juta diberikan kepada saya," katanya.
Hotman menegaskan uang Rp800 juta tersebut merupakan pemberian pribadi dari mantan kliennya dan bukan bagian dari angpao pernikahan.
"Itulah yang dituduh seolah-olah uang Rp800 juta saya ambil, padahal itu adalah pemberian dari klien untuk saya dan tegas disampaikan oleh beliau kepada saya dan Fritz," tegasnya.
Hotman juga menjelaskan bahwa seluruh uang angpao yang diterima saat resepsi pernikahan adat justru diberikan kepada anaknya.
Menurutnya, meski dalam tradisi tertentu uang angpao menjadi hak orang tua, ia memilih menyerahkan seluruhnya kepada pasangan pengantin.
"Lalu lanjut ke resepsi pernikahan adat, secara hukum adat seharusnya seluruh angpao diambil oleh orang tua, tetapi saya bilang ke istri untuk kasih semuanya 100 persen," ujar Hotman.
Ia mengaku kebijakan yang sama juga diterapkan saat pernikahan Frank Alexander.
"Begitu pula saat pernikahan Frank Alexander, 100 persen semua angpao diserahkan kepada dia dan tidak ada satu perak pun yang dipersoalkan," pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Perampokan Bersenjata Gegerkan Toko Emas di Aceh Selatan, Pelaku Tembak Etalase dan Gasak Perhiasan
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Cikarang, Korban Sempat Kabur Lewat Jendela
MenPAN-RB dan Kepala BKN Kompak Sampaikan Pesan untuk ASN di Tengah Sorotan Kinerja Birokrasi
Viral Penjahit dan Pelanggan Adu Mulut di Bali, Muncul Dugaan Ujaran Rasis hingga Ancaman
FH UGM Kecam Dugaan Intimidasi terhadap Dosen Nabyla Risfa Izzati, Siap Berikan Pendampingan Hukum
Viral Pasangan Duduk di Tepi Jembatan Youtefa Jayapura, Warganet Soroti Aksi Berbahaya