Hari Laut Sedunia, Perubahan Iklim Ancam Nelayan, Akuakultur Dinilai Jadi Solusi Masa Depan

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Rabu, 10 Juni 2026 | 20:51 WIB
Seorang nelayan mempersiapkan perlengkapan melaut di perahu tradisional yang berwarna cerah di perairan Indonesia yang tenang. (Pexels @Muhammad Bahauddin)
Seorang nelayan mempersiapkan perlengkapan melaut di perahu tradisional yang berwarna cerah di perairan Indonesia yang tenang. (Pexels @Muhammad Bahauddin)

Budidaya Jadi Alternatif

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Hanif menilai akuakultur atau budidaya perikanan dapat menjadi salah satu jawaban untuk menjaga ketersediaan pangan di masa depan.

Baca Juga: Gak Perlu Takut Digantikan AI: Cara Kreatif Anak Muda Pontianak Mengubah Teknologi Menjadi Ladang Cuan Baru

Berbeda dengan perikanan tangkap yang sangat bergantung pada kondisi alam, sistem budidaya memungkinkan pengelolaan kualitas lingkungan, kesehatan ikan, dan produktivitas secara lebih terukur.

"Akuakultur menjadi salah satu solusi terbaik karena kualitas lingkungan budidaya dapat dipantau dan dikelola dengan baik sehingga produksi lebih terukur dan berkelanjutan," katanya.

Ia menyebut sejumlah komoditas yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan, mulai dari rumput laut dan kerang di perairan laut, bandeng, kakap, serta udang vaname di kawasan air payau, hingga lele, gurame, dan nila di perairan tawar.

Meski demikian, pengembangan sektor budidaya masih menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek teknis, sosial, maupun ekonomi. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan akuakultur yang berkelanjutan.

Bagi daerah pesisir seperti Kalimantan Barat yang memiliki garis pantai panjang dan sumber daya perairan yang melimpah, pengembangan akuakultur dapat menjadi salah satu peluang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menutup pernyataannya, Hanif mengajak generasi muda untuk lebih bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya alam.

"Manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana tanpa melakukan eksploitasi berlebihan," katanya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Sumber: unairnews.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB
X