“Jadi, kaum projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya. Cuma teman-teman media kan ya, Projo, Pro-Jokowi, itu karena gampang dilafalkan saja,” lanjutnya.
Baca Juga: Polemik Whoosh Kembali Mencuat, Hasto Ingatkan Pemerintah: Proyek Harus Berdasar Kebutuhan Rakyat
Dalam kesempatan itu, Budi juga menjelaskan alasan pergantian logo Projo. Ia menilai penting untuk mencegah kesan mengkultuskan seseorang dalam perjalanan organisasi.
“Kemungkinan merubah logo Projo, yang nanti akan kami putuskan di kongres ke-3 ini. Logo Projo akan kami ubah, supaya tidak terkesan kultus individu,” tutup Budi.
Meski demikian, nama organisasi Projo akan tetap dipertahankan karena memiliki makna mendalam dalam bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi.***
Artikel Terkait
IKN Disiapkan Jadi Ibu Kota Politik 2028, Jokowi Dukung, DPR Masih Kaji Perpres
Salah Sebut Nama Prabowo Jadi Jokowi, RTM Malaysia Langsung Minta Maaf!
Setelah Jokowi, Kini Prabowo Harus Bereskan Utang Raksasa Whoosh
Jokowi Masih Jadi Sorotan Publik, Ray Rangkuti: Ini Efek 10 Tahun Kekuasaan yang Tak Tuntas
Setelah 10 Tahun, Projo Siap Bertransformasi Lepas dari Bayang Jokowi
Projo Tak Lagi 'Pro Jokowi'? Budi Arie Ucapkan Sumpah Politik ke Gerindra