Gunung Marapi Erupsi Dini Hari, Warga Agam dan Tanah Datar Diminta Waspada

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:30 WIB
Foto Ilustrasi gunung yang erupsi. (Pexels @Suhairy Tri Yadhi)
Foto Ilustrasi gunung yang erupsi. (Pexels @Suhairy Tri Yadhi)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Gunung Marapi di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali erupsi pada Senin (14/10/2025) pukul 03.52 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, aktivitas erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi 1 menit 11 detik.

Baca Juga: Merapi Jadi Saksi, Sultan HB X dan Pemuda Lintas Agama Wujudkan Kepedulian Lingkungan

Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengatakan meski tinggi kolom abu tidak teramati secara visual karena tertutup kabut, Pos Pengamatan Gunungapi Marapi melaporkan sebaran abu vulkanik ke arah timur laut.

Sebagian material juga terpantau jatuh di wilayah Batu Palano, Kabupaten Agam.

Sekitar pukul 08.45 WIB, kondisi di Batu Palano terpantau kondusif.

"Tim BPBD Agam telah menyisir area terdampak, sementara hujan abu berangsur reda," kata Abdul Muhari PhD.

Namun, sisa abu di jalanan masih cukup tebal dan berpotensi beterbangan kembali akibat angin atau kendaraan yang melintas.

Baca Juga: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter, Hujan Abu Terjadi di Boyolali dan Magelang

“Kami imbau warga untuk tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Gunakan masker bila keluar rumah untuk menghindari gangguan pernapasan,” ujar petugas BPBD Agam di lokasi.

Gunung Marapi Masih Berstatus Waspada

Hingga kini, Gunung Marapi berada pada Level II (Waspada).

Status ini menunjukkan peningkatan aktivitas di atas normal dengan gejala seismik dan perubahan visual di sekitar kawah.

PVMBG menilai potensi erupsi besar belum terdeteksi, namun ancaman bahaya lokal seperti gas beracun dan lontaran material tetap perlu diwaspadai.

Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas gunung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB
X