Lulus Kuliah Bukan Jaminan! Fresh Graduate Hadapi Tantangan Berat di Dunia Kerja, Bagimana Nasib Gen-Z

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 05:05 WIB
Ilustrasi AI seorang lulusan baru atau fresh graduate yang menapaki karier ke dunia kerja.  (freepik.com)
Ilustrasi AI seorang lulusan baru atau fresh graduate yang menapaki karier ke dunia kerja. (freepik.com)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Memulai karier setelah lulus perguruan tinggi adalah momen penting yang bisa menentukan masa depan seorang lulusan baru atau fresh graduate.

Namun, ketika ekonomi melambat dan pengangguran meningkat, banyak fresh graduate harus menghadapi kenyataan pahit, sulit mendapatkan pekerjaan berkualitas.

Baca Juga: Gen-Z Wajib Tahu, Ini 5 Jenis Investasi Aman untuk Pemula, Bahkan Mulai Rp100 Ribu Pun Bisa

Sebuah riset TD Economic yang dipublikasikan Februari 2024 menyebutkan, lulusan baru yang memulai karier dalam kondisi underemployed—bekerja di bawah kualifikasi—berisiko tidak sepenuhnya menikmati manfaat dari gelar yang mereka raih.

Dampak ini bahkan bisa terasa hingga bertahun-tahun kemudian.

“Pekerjaan pertama sangat berperan dalam membentuk arah karier. Memulai di tengah resesi biasanya berarti harus menerima pekerjaan dengan kualitas lebih rendah,” tulis TD Economic.

Meski kondisi tampak sulit, ada peluang perbaikan.

Program work-integrated learning (WIL) dinilai dapat membantu fresh graduate mengembangkan keterampilan relevan dan meningkatkan daya saing di pasar kerja.

“Kesempatan mengasah keterampilan lewat WIL bisa jadi jalan keluar, terutama saat peluang kerja menyempit,” jelas laporan itu.

Baca Juga: Gen-Z Wajib Tahu, Begini Pentingnya Dana Darurat dan Cara Menyiapkannya

Krisis Sebelumnya Jadi Pelajaran

Riset yang sama mencatat, saat krisis keuangan global 2008, jumlah fresh graduate yang mendapat pekerjaan berketerampilan tinggi anjlok hingga 20 persen dan butuh lebih dari tiga tahun untuk pulih.

Fenomena serupa terjadi di awal pandemi Covid-19.

Kesempatan kerja menurun drastis, meski pulih lebih cepat ketika pembatasan dilonggarkan. Situasi itu menunjukkan betapa rentannya posisi fresh graduate ketika pasar kerja mengecil.

“Ketika pilihan pekerjaan terbatas, banyak lulusan baru akhirnya menerima pekerjaan di bawah standar. Hal ini berdampak pada keterampilan dan pendapatan mereka,” ungkap TD Economic.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB
X