PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Hampir di setiap sudut jalanan utama hingga gang kecil di Kota Pontianak, kita disuguhi pemandangan kedai kopi baru.
Mulai dari warkop tradisional dengan konsep saring manual hingga coffee shop modern bernuansa minimalis-industrial yang menjual menu andalan es kopi susu gula aren.
Baca Juga: Tips Sukses Jualan Online Lewat Live Streaming TikTok atau Shopee Buat Pemilik Brand Lokal Kalbar
Melihat masifnya pertumbuhan ini, wajar banget kalau banyak dari kita yang bertanya-tanya: "Apakah tren bisnis kopi susu di Kota Khatulistiwa ini udah jenuh? Kalau nekat buka kedai baru sekarang, apa masih bisa balik modal dan cuan?"
Jawabannya adalah pasarnya belum jenuh, tapi level persaingannya sudah bergeser.
Kamu gak bisa lagi sekadar mengandalkan menu kopi yang enak untuk menarik pembeli.
Baca Juga: Doom Spending, Alasan Psikologis Kenapa Gen Z Hobi Belanja Impulsif Saat Lagi Stres Kerja
Biar kedai kopi rintisanmu bisa bertahan dan bersaing dengan pemain lama, kamu harus punya 3 strategi pembeda ini:
1. Jual "Suasana Kerja" (Co-Working Friendly)
Gen Z dan milenial Pontianak adalah tipe konsumen yang suka membawa laptop ke kafe untuk mengerjakan tugas atau proyek sampingan.
Sediakan fasilitas pendukung seperti meja yang luas, colokan listrik di setiap sudut kursi, koneksi internet Wi-Fi berkecepatan tinggi yang stabil, serta ruangan ber-AC yang tenang.
Kafe yang ramah pekerja digital ini biasanya akan kebanjiran pelanggan setia yang betah nongkrong berjam-jam.
2. Ciptakan Menu Unik Bermuatan Lokal
Es kopi susu gula aren rasanya sudah terlalu umum dan ada di mana-mana.
Coba lakukan inovasi menu dengan menggabungkan kearifan lokal Kalimantan Barat.