Misalnya meracik Es Kopi Susu Krim Aloe Vera (menggunakan jeli lidah buaya Pontianak) atau Es Kopi Susu Sari Jeruk Sambas.
Baca Juga: Fenomena Lifestyle Creep, Kenapa Makin Gede Penghasilan Kamu, Malah Terasa Makin Miskin?
Rasa unik yang tidak bisa ditemukan di kafe lain ini akan menjadi daya tarik utama toko digitalmu [kontan.co.id].
3. Fokus pada Segmen Pasar Mikro (Niche)
Alih-alih menyasar semua orang, bidik target audiens yang lebih spesifik.
Kamu bisa membuat kedai kopi berkonsep kecil (grab-and-go) yang khusus ditaruh di dekat gerbang kampus atau area perkantoran dengan harga yang super miring (kisaran Rp10.000 - Rp15.000 per cup).
Perputaran volume penjualan yang masif harian dari segmen ini justru sering kali mengalahkan omzet kafe besar.
Kesimpulannya, industri kopi di Pontianak masih menjanjikan ruang keuntungan yang sangat luas.
Kuncinya ada pada kejelianmu dalam menyajikan keunikan produk yang belum disentuh oleh kedai kopi kompetitor. Jangan takut untuk memulai! ***
Artikel Terkait
Roger Danuarta Ungkap Alasan Lebih Fokus ke Bisnis Kopi di Aceh, Begini Kabar Karier Akting Suami Cut Meyriska Itu
Bukan Sekadar Bisnis, Anak Usaha IMPC Jadikan Limbah Plastik Bernyawa Baru
BUMN Tak Hanya Urus Bisnis: IFG Buktikan Kepedulian Sosial Lewat Synergy Day 2025
Duka Mendalam: Jejak Perjuangan Epy Kusnandar dan Bisnis Kecil yang Ia Bangun hingga Akhir
Disaksikan Prabowo, MoU Rp600 Triliun Guncang Panggung Bisnis AS
Camping Kreatif Buton Tengah 2026: Healing, Networking, dan Bisnis Jadi Satu