PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Seperti yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya, pasar lelong di Pontianak adalah salah satu yang terbesar dan paling legendaris di Indonesia.
Nah, kalau kemarin kita membahas lelong sebagai cara menghemat pengeluaran fesyen harian, kali ini kita akan membedah bagaimana cara mengubah aktivitas "ngelong" ini menjadi bisnis sampingan (side hustle) beromzet jutaan rupiah.
Baca Juga: Mimpi Punya Rumah Umur 30 Tahun? Ini Strategi Racik Portofolio Reksa Dana dari Sekarang
Banyak anak muda di kota besar seperti Jakarta atau Bandung yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi sepotong baju hangat vintage atau kemeja flanel impor bermerek.
Sebagai anak Pontianak, kamu punya keuntungan geografis luar biasa karena berada langsung di dekat sumber barangnya.
Biar bisnis thrifting kamu gak sekadar ikut-ikutan dan bisa bersaing secara profesional, ikuti langkah taktis Curated Thrift Store (Toko Thrifting Terkurasi) berikut ini:
1. Tentukan Satu Tema Spesifik (Niche)
Jangan menjual semua jenis pakaian dalam satu akun bisnis.
Pilih satu tema yang paling kamu kuasai.
Misalnya, akun kamu hanya khusus menjual jaket varsity jadul, kemeja flanel bermotif kotak-kotak, atau kaos grafis band tahun 90-an.
Memiliki tema yang spesifik akan membuat toko digitalmu lebih cepat diingat oleh calon pembeli.
2. Proses Pembersihan Level Premium
Ini yang membedakan pedagang lelong biasa dengan curated thrift store.
Setelah berburu baju di pasar kaget atau Jalan Nusa Indah, cuci baju tersebut hingga benar-benar bersih dan bebas kuman.
Gunakan pewangi pakaian beraroma mewah, setrika uap hingga rapi, dan hilangkan bulu-bulu halus kain jika ada.