Pastikan barang yang sampai ke tangan konsumen terasa seperti baju baru di mall.
Baca Juga: Jangan Asal Ikut Tren! Ini Bedanya Investasi Saham, Reksa Dana, dan Crypto buat Pemula
3. Foto Produk dengan Konsep Estetik
Gen Z membeli visual.
Jangan foto baju lelong kamu hanya digantung di tembok kasur kosan yang seadanya.
Gunakan pencahayaan alami di luar ruangan, sewa temanmu yang berpenampilan menarik untuk jadi model pakaian, dan edit foto menggunakan tone warna yang konsisten ala majalah fesyen masa kini.
4. Manfaatkan Fitur Live Streaming TikTok atau Shopee
Jangan cuma mengandalkan foto statis di beranda Instagram.
Jadwalkan sesi Live Shopping seminggu dua kali.
Jelaskan detail ukuran baju, kondisi minus produk secara jujur, dan berikan harga promo penawaran terbatas untuk memicu sifat impulsif pembeli dari luar pulau Jawa.
Bisnis thrifting terkurasi adalah bukti nyata bahwa barang yang dianggap bekas oleh satu orang, bisa menjadi harta karun berharga tinggi bagi orang lain jika dikemas dengan strategi pemasaran digital yang tepat.
Yuk, siapkan jadwal ngelong kamu minggu ini! ***
Artikel Terkait
BUMN Tak Hanya Urus Bisnis: IFG Buktikan Kepedulian Sosial Lewat Synergy Day 2025
Duka Mendalam: Jejak Perjuangan Epy Kusnandar dan Bisnis Kecil yang Ia Bangun hingga Akhir
BUMN Tak Sekadar Bisnis, Dony Oskaria Tegaskan Tanggung Jawab Kebangsaan
Warga Aceh Tamiang Geram, Kayu Sisa Banjir Diduga Dijadikan Ladang Bisnis
Disaksikan Prabowo, MoU Rp600 Triliun Guncang Panggung Bisnis AS
Camping Kreatif Buton Tengah 2026: Healing, Networking, dan Bisnis Jadi Satu