PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transformasi bisnis dan mendorong konsolidasi industri asuransi nasional di tengah tekanan global yang kian meningkat.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Hexana Tri Sasongko dalam peringatan HUT ke-6 Indonesia Financial Group yang mengusung tema 'Bertransformasi dan Melayani Sepenuh Hati'.
Baca Juga: Amsal Sitepu Bebas! Hakim Tegaskan Tak Terbukti Korupsi
Menurut Hexana, tahun 2026 menjadi periode penuh tantangan akibat dinamika geopolitik global yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan sektor keuangan, termasuk industri asuransi.
“Tekanan global saat ini mendorong industri asuransi untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis, tata kelola, dan manajemen risiko secara berkelanjutan,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada tekanan tersebut, IFG mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan pendapatan konsolidasi mencapai sekitar Rp11,47 triliun atau 102 persen dari target RKAP, meski masih bersifat unaudited.
Capaian ini didorong oleh sinergi antar entitas dalam ekosistem IFG, seperti Jasa Raharja, Jamkrindo, Bahana TCW Investment Management, hingga Grahaniaga Tatautama.
Manajemen IFG mengapresiasi kolaborasi seluruh entitas yang dinilai mampu menjaga kinerja tetap solid sekaligus memperkuat fondasi bisnis secara berkelanjutan.
Hexana menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi pijakan untuk meningkatkan daya tahan dan daya saing perusahaan di tengah kompleksitas industri keuangan.
“IFG terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi proses bisnis, serta kapabilitas organisasi sebagai fondasi utama untuk memastikan keberlanjutan kinerja di tengah tekanan yang ada,” katanya.
Memasuki 2026, IFG akan fokus pada peningkatan kualitas eksekusi bisnis, penguatan daya saing, serta penerapan laporan keuangan yang lebih prudent, transparan, dan tepat waktu.
Baca Juga: SPPG Disorot Lagi, Mobil Operasional Diduga Disalahgunakan
Langkah ini juga sejalan dengan peran IFG dalam mendukung konsolidasi industri asuransi yang diinisiasi oleh Danantara Indonesia, guna memperkuat struktur industri dan meningkatkan efisiensi layanan.
“Transformasi yang dijalankan harus menghasilkan kinerja yang nyata—lebih kuat, lebih efisien, dan berkelanjutan,” tegas Hexana.
Ia menambahkan, penguatan fundamental ini merupakan bagian dari visi jangka panjang IFG menuju 2030 sebagai mitra keuangan yang bernilai dan terpercaya.