Menurutnya, dana besar yang seharusnya beredar di sektor riil justru lenyap di tangan bandar daring, sehingga modal usaha rakyat semakin tipis dan daya beli menurun drastis.
“Ini bukan sekadar masalah kriminal, tapi sudah menjadi ancaman serius bagi perekonomian nasional,” tegasnya.
Baca Juga: Skandal Mahasiswi UNS Penerima KIP-K Dugem di Klub Malam: Akhirnya Kena Sanksi Berat!
Kini, UMKM menghadapi tekanan dari berbagai arah: invasi ritel besar, serbuan produk impor, hingga jebakan judi online yang menguras modal rakyat. Kondisi ini menuntut langkah cepat, konkret, dan terukur dari pemerintah untuk memperkuat perlindungan dan kemandirian ekonomi lokal. Cak Imin menutup pernyataannya dengan seruan agar negara tidak tinggal diam.
“Kalau UMKM tumbang, ekonomi rakyat ikut roboh. Sudah saatnya pemerintah berpihak kepada pelaku usaha kecil, bukan pada pemodal besar,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Sebanyak 13 UMKM Mendapat Fasilitas Pelatihan Sertifikasi Halal dari Pelindo Reg 2 Pontianak
DPC Golkar Kubu Raya Akan Terus Dorong Para Pengusaha UMKM dengan Berbagai Program
Kementerian UMKM Siapkan Robotic AI untuk Bantu Hilirisasi Kratom, Begini Cara Kerjanya!
Ara Ingatkan HIPMI: KUR Perumahan untuk UMKM, Pengusaha Berniat Buruk Jangan Ikut
BGN Perketat Menu MBG, Larang Makanan Kemasan Pabrik dan Gandeng UMKM Lokal
Satu Juta Pelaku UMKM Menanti, OJK Desak Perpanjangan Hapus Tagih KUR