Oleh karena itu, menurutnya, untuk mengembalikan kejayaan kopi di desa itu, kelompok tani di daerahnya kembali menggelorakan untuk tanam kopi lagi.
Dedy menjelaskan pencanangan Gerakan Tanam Kopi Liberika Sendoyan sebagai upaya menggali potensi daerah.
Salah satu pemilik kedai dan pegiat kopi di Kalbar, Restu mengatakan kopi Sedoyan punya ciri khas sendiri karena rendah kafein dan diklaim aman bagi lambung.
"Liberika juga disebut jenis kopi agak langka dan unik karena memiliki karakter ada rasa buahnya," kata Restu.
Sementara itu, Kepala Desa Sendoyan, Juliansyah mengatakan usaha yang ada potensi desa dapat digali dan menjadi sumber pendapatan tambahan petani.
Pemdes menurutnya sangat mendukung petani dan secara pribadi ia juga terlibat langsung dalam gerakan tanam serta lainnya.
"Saat ini potensi kopi sudah digali yang menyusul sebelumnya lada. Kopi Sendoyan produk kopi bubuk kemasan dan Lada Batu Layar adalah produk lada bubuk turunan dari komoditas lada," kata Juliansyah.
Dia menambahkan saat ini melalui kelompok tani sedang melakukan pembibitan dan bahkan menanam agar kopi Batu Layar bisa terproduksi dengan baik.