Hewan hutan pada dasarnya pemalu, tetapi pemandu yang baik dapat membantu Anda mengetahui perbedaan antara sulur dan ular sulur, antara ranting dan serangga tongkat, dan antara seruan siamang dan teriakan rangkong.
3. Kekayaan Budaya
Kalimantan menyatukan rangkaian budaya dan bahasa yang menakjubkan, dan tradisi keramahtamahan kuno membuat pengunjung disambut.
Sebagian besar kota memiliki komunitas Tionghoa yang signifikan, kampung pesisir (desa) Sabah dan Sarawak yang indah dihuni terutama oleh orang Melayu, dan Anda dapat berinteraksi dengan Dayak dari sub suku Kanayatn, Iban, Kantu, Dusun, Murut, Penan, dan kelompok pribumi lainnya di pedalaman, dan dengan Rungus dan Bajau di sepanjang pantai.
Kelompok Dayak Borneo sudah lama berhenti berburu pengayauan, tetapi adat dan upacara kuno tetap hidup di komunitas rumah panjang -- bermalam dan bermalam beberapa hari, ditemani oleh pemandu lokal, mungkin dan lebih baik daripada kunjungan siang hari.
4. Melting Pot Kuliner
Latar belakang etnis dan budaya masyarakat Kalimantan yang bervariasi membuat masakan pulau ini sangat beragam dan lezat.
Makanan laut dari Laut Cina Selatan disajikan segar di restoran Cina.
Warung sate berasap mengundang pasar malam Melayu dan restoran Indonesia membakar selera Anda dengan sambal pedas.
Bahkan Brunei yang kecil pun memiliki tradisi kulinernya sendiri, seperti halnya banyak kelompok penduduk asli Kalimantan.
Dari masakan luhur orang Kelabit -- termasuk nasi Bario dan kari nanas – hingga hidangan Iban seperti ayam bambu dan pakis hutan atau miding. Masakan khas Dayak sangat eksotis, Anda akan merasakan sensasi luar biasa saat menikmatinya. ***