PONTIANKGLOBE.COM -- Dewan Kerjasama Teluk (GCC) baru-baru ini memberikan lampu hijau untuk penerapan visa turis terpadu, yang mirip dengan sistem visa Schengen di Eropa.
Keenam negara anggota GCC yang terlibat, yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, akan mempermudah perjalanan bagi para wisatawan dengan penerapan satu visa bersama.
Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Dewan Kerja Sama Teluk, Sayyed Hamoud bin Faisal Al Busaidi, pada pertemuan Menteri Dalam Negeri ke-40.
Rencananya, visa turis terpadu ini akan diluncurkan pada tahun 2024-25, menyederhanakan logistik perjalanan bagi pelancong yang ingin mengunjungi lebih dari satu negara Teluk dalam satu perjalanan.
Visa turis terpadu ini akan memberikan kemudahan serupa dengan visa Schengen di Eropa, di mana wisatawan dapat mengunjungi sejumlah negara dengan satu visa.
Saat ini, wisatawan yang ingin mengunjungi beberapa negara Teluk perlu mengajukan visa terpisah untuk setiap tujuan perjalanan.
Rencana penerapan visa terpadu ini sebenarnya telah dibahas sebelumnya di Arabian Travel Market (ATM) Mei lalu di Dubai.
Baca Juga: Kunjungan Wisman Masuk ke Kalbar Turun 14,04 Persen Mei 2023
Fatima Al Sairafi, Menteri Pariwisata Bahrain, menyampaikan bahwa diskusi telah dimulai di tingkat menteri untuk mencapai visa terpadu tunggal untuk negara-negara GCC.
Meskipun belum resmi diluncurkan, rencana ini memberikan harapan bagi para pelancong dan industri pariwisata di kawasan Teluk, meningkatkan daya tarik dan memfasilitasi perjalanan lintas negara.
Saat ini, hanya Oman dan Qatar di antara negara-negara Teluk yang memberlakukan bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. ***