Didatangkan Gantikan Arabika yang Terkena Penyakit, Kopi Robusta Ditanam Belanda di Lampung hingga Bengkulu

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 28 April 2023 | 06:30 WIB
Kopi Robusta yang didatangkan Belanda untuk menggantikan kopi Arabika yang terserang penyakit di Hindia Belanda. (Pontianak Globe/dikemas.com)
Kopi Robusta yang didatangkan Belanda untuk menggantikan kopi Arabika yang terserang penyakit di Hindia Belanda. (Pontianak Globe/dikemas.com)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Kopi Robusta (Coffea canephora) adalah jenis kopi yang ditanam secara luas di seluruh dunia, terutama di Asia Tenggara dan Afrika.

Nama "Robusta" berasal dari ketahanan tanaman ini terhadap berbagai jenis hama dan penyakit.

Biji kopi Robusta lebih kecil dan berbentuk oval, dengan ciri khas warna hijau keabu-abuan dan memiliki rasa yang lebih kuat dan lebih pahit dibandingkan dengan kopi Arabika.

Kopi Robusta juga memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan dengan kopi Arabika.

Kopi Robusta biasanya digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan kopi instan dan beberapa minuman kopi espresso, terutama karena harga yang lebih terjangkau dan kekuatan rasanya yang lebih tahan terhadap susu dan gula.

Namun, beberapa petani kopi Robusta juga telah memproduksi kopi Robusta yang berkualitas tinggi dan mengembangkan rasa yang halus dan kompleks, sehingga kopi Robusta juga bisa dinikmati sebagai kopi single-origin.

Di Indonesia, kopi Robusta tumbuh di berbagai daerah, seperti Lampung, Bengkulu, dan Sulawesi.

Beberapa varietas kopi Robusta Indonesia yang terkenal antara lain adalah kopi Lampung, kopi Mandailing, dan kopi Toraja.

 

Sejarah Masuknya ke Indonesia

Kopi Robusta pertama kali diperkenalkan ke Indonesia pada akhir abad ke-19 oleh pemerintah Belanda.

Pada saat itu, pemerintah Belanda sedang mencari alternatif untuk menggantikan kopi Arabika yang mengalami serangan hama yang merusak produksinya.

Kopi Robusta, yang pada saat itu berasal dari Kongo dan Angola, dianggap lebih tahan terhadap hama dan penyakit tanaman.

Pada tahun 1900-an, pemerintah Belanda membawa bibit kopi Robusta ke Indonesia dan menanamnya di berbagai daerah seperti Lampung, Bengkulu, dan Sumatra.

Awalnya, kopi Robusta tidak populer di Indonesia karena rasa dan aroma yang kurang bersahabat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

5 Kedai Kopi di Pontianak yang Harus Dikunjungi

Minggu, 19 November 2023 | 15:48 WIB

Kumpulan Warung Kopi Legendaris di Pontianak

Minggu, 19 November 2023 | 15:34 WIB

10 Manfat Kopi untuk Kesehatan yang Kamu Harus Tahu

Jumat, 1 September 2023 | 07:45 WIB
X