Ia menyatakan bahwa Bard dengan Gemini membawa peningkatan signifikan dalam penalaran, perencanaan, dan pemahaman.
Google mengklaim bahwa Gemini memiliki kinerja multimodal, mampu memahami teks, gambar, video, audio, dan lainnya.
Dalam uji MMLU, Gemini Ultra berhasil unggul dalam berbagai mata pelajaran dibandingkan GPT-4, menunjukkan skor di atas 90 persen. Di sisi lain, GPT-4 hanya mencapai skor 86,4 persen.
Gemini Ultra juga melampaui GPT-4 dalam aspek penalaran multifase, pemahaman membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan coding. Google membagikan video yang menunjukkan Bard dengan Gemini membantu mengerjakan tugas fisika, menanggapi foto tugas dengan jawaban lengkap dan langkah demi langkah.
Kerjasama dengan YouTuber Mark Rober juga memperlihatkan kemampuan Gemini Pro dalam membuat pesawat kertas secara detail.
Gemini merupakan proyek ambisius Google dalam menghadapi chatbot AI GPT-4 dan Microsoft Bing Chat.
Google yakin bahwa Gemini AI akan mampu mengungguli GPT-4, karena didukung oleh teknologi berbasis AlphaGo dan model bahasa besar.
Pengembangan Gemini membutuhkan beberapa bulan dan biaya yang signifikan.
Google berharap bahwa Gemini AI, dengan algoritma pembelajaran mesin canggihnya, dapat memahami bahasa alami dan memberikan respons yang relevan terhadap pertanyaan pengguna.
Dengan data pelatihan yang luas, Google memiliki keunggulan dalam mengajarkan Gemini, karena perusahaan memiliki akses ke berbagai informasi.
Selain menghasilkan teks, seperti yang dilakukan GPT-4, Gemini juga dapat membuat gambar berdasarkan deskripsi teks dan melaksanakan berbagai tugas lainnya, termasuk analisis data dan pengontrolan perangkat lunak.
Gemini AI Google juga mendukung kemampuan baru, seperti perencanaan atau pemecahan masalah, yang lebih unggul daripada GPT-4 OpenAI.
Gemini AI diharapkan dapat memberdayakan berbagai layanan, termasuk chatbot dan aplikasi perusahaan, serta menjadi pesaing yang tangguh di pasar.