Koldo membuktikan bahwa kesetiaan dan konsistensi mampu membawa perubahan besar, bahkan untuk tim kecil seperti Andorra.
Baca Juga: Manfaat Kaviar dalam Skincare, Hal Ini yang Perlu Anda Tahu dari Produk yang Dipakai Syahrini
4. Joachim Löw - Timnas Jerman
Joachim Löw menjabat sebagai pelatih Timnas Jerman sejak Juli 2006 dan menjadi salah satu pelatih dengan masa bakti terlama, yakni 15 tahun.
Di bawah arahannya, Jerman mencapai berbagai prestasi, termasuk menjadi runner-up Piala Eropa 2008 dan juara Piala Dunia 2014. Meski Jerman gagal di Piala Dunia 2018, Löw tetap dipercaya memimpin hingga Piala Eropa 2020 sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 2021.
5. Fernando Santos - Timnas Portugal
Fernando Santos mulai melatih Timnas Portugal pada 2014, ketika tim nasional itu kerap gagal bersinar di turnamen besar.
Di bawah Santos, Portugal memenangkan Piala Eropa 2016 dengan mengalahkan Prancis di final.
Tidak hanya itu, ia juga mempersembahkan gelar UEFA Nations League 2019. Setelah delapan tahun memimpin, Santos meninggalkan tim pada 2022.
Belajar dari pelatih-pelatih tersebut, konsistensi dan waktu sering menjadi kunci keberhasilan sebuah tim nasional.
Perubahan yang terburu-buru, seperti yang terjadi pada Timnas Indonesia, kerap kali menimbulkan risiko besar, terutama saat sebuah fondasi sudah mulai terbentuk. ***
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Didatangkan Era Iwan Bule Dipecat Erick Thohir, Begini Tanggapan Eks Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan
Erick Thohir Ambil Risiko Besar, Shin Tae-yong Diganti Demi Piala Dunia 2026
Patrick Kluivert Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Siap Tingkatkan Potensi Garuda, Begini Katanya tentang Shin Tae-yong
Shin Tae Yong Dipecat, Ini Jumlah Kompensasi Fantastis yang Harus Dibayar PSSI
Nasib Saham Raffi Ahmad di STY Foundation Setelah Shin Tae Yong Dipecat: Apakah Rp267 Miliar Akan Melayang?
Kepergian Shin Tae-yong dan Kedatangan Kluivert, Begini Dampaknya Terhadap Timnas Indonesia dan Reaksi Vietnam yang Tak Disangka-sangka