Shin Tae-yong Dipecat: Begini Nyinyirnya Media Korsel, Malaysia, dan Perancis

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 7 Januari 2025 | 09:56 WIB
Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong.

Media tersebut juga menyoroti keberhasilan STY membawa Timnas Indonesia mengalahkan Arab Saudi pada November 2024, yang dianggap sebagai pencapaian besar namun tetap tak cukup untuk menyelamatkan posisinya.

Baca Juga: Pria di Kubu Raya Tewas Gantung Diri, Pesan WhatsApp Terakhir untuk Anak-anaknya Bikin Haru

"Meskipun Shin Tae-yong membawa Indonesia menang untuk pertama kalinya melawan Arab Saudi, PSSI tetap memutuskan untuk memecatnya," tulis Chosun.

Media Malaysia: ASEAN Idamkan Piala Dunia, PSSI Lepas Pelatihnya

Media Malaysia The Star juga mengomentari keputusan PSSI ini.

Menurut mereka, Erick Thohir membutuhkan pelatih yang lebih kuat untuk membawa Indonesia bersaing di Piala Dunia 2026.

Dalam artikelnya, The Star juga mengungkit sejarah Timnas Indonesia yang pernah berlaga di Piala Dunia 1938, meski saat itu masih di bawah penjajahan Belanda.

"Puluhan juta penggemar sepak bola di ASEAN bermimpi melihat tim mereka berlaga di Piala Dunia, tapi Indonesia hanya pernah tampil sekali, pada tahun 1938," tulis The Star.

Mereka menilai PSSI seharusnya memberikan dukungan lebih kepada STY, yang telah membawa Indonesia hingga babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Penembakan Bos Rental Mobil di Tol Tangerang-Merak, Kapolda Banten Ungkap Kronologi dan Sanksi Tegas Anggotanya

Media Perancis: Garuda Masih Punya Harapan ke Piala Dunia 2026

Sementara itu, media Perancis France24 melihat keputusan PSSI memecat STY sebagai langkah untuk meningkatkan peluang lolos ke Piala Dunia 2026.

"Harapan Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 masih hidup," tulis France24.

Namun, mereka juga menyoroti kekalahan Timnas Indonesia dari China (1-2) dan Jepang (0-4) pada November 2024, meski telah menaturalisasi belasan pemain kelahiran Belanda.

Media ini menyebut laga melawan Australia pada Maret 2025 akan menjadi penentu nasib Indonesia di kualifikasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X