Mourinho sendiri mengatakan bahwa posisinya yang kedua di Liga Primer bersama MU pada 2017/2018 adalah salah satu prestasi terbaik dalam kariernya.
Baca Juga: Kejaksaan OTT Tiga Hakim Pembebas Ronald Tannur, Dugaan Suap Mencuat
Meski komentarnya dianggap sebagai gertakan biasa, setelah Mourinho pergi, klub belum berhasil mengembalikan kejayaannya, dan enam musim berlalu tanpa gelar.
Ten Hag, yang membawa pulang trofi ke Old Trafford, menghadapi tantangan besar untuk membangun tim yang kompetitif.
Sejak perpecahan dengan Mourinho, klub mengalami kesulitan dan Mourinho kembali ke Inggris di Tottenham tanpa meraih trofi.
Di Roma, ia sempat meraih trofi Liga Konferensi Eropa, namun setelah mencapai final Liga Europa, ia dipecat pada Januari.
Fenerbahce saat ini tertinggal delapan poin dari rival Istanbul, Galatasaray, di Liga Super Turki.
Namun, kunjungan Manchester United memberikan peluang bagi Mourinho untuk membuktikan kualitasnya, terutama terhadap kritik yang ditujukan padanya selama di Old Trafford.
Ten Hag menyatakan, "Ini adalah pertandingan besar bagi kami berdua. Ia adalah seorang pemenang dengan banyak trofi dan merupakan contoh bagi banyak manajer. Jadi, saya sangat senang bertanding melawannya."
Ten Hag diharapkan tidak membiarkan Mourinho meraih kemenangan kali ini untuk meredam spekulasi mengenai masa depannya di kursi manajer Old Trafford. ***
Artikel Terkait
Real Madrid Mulai Negosiasi Transfer Mason Greenwood dari Manchester United
Real Madrid Siap Merekrut Bek Manchester United dengan Diskon Besar di Januari 2024
Profil Michael Owen Pemain Liverpool, RealMadrid, Manchester United yang Sumbangkan 40 Gol untuk Timnas Inggris
Real Madrid Tawarkan Vinicius Junior ke Manchester United demi Datangkan Kylian Mbappe
Real Madrid Siap Lepas Vinicius Junior ke Manchester United
Joao Gomes, Gelandang Wolves Incaran Manchester United untuk Perkuat Lini Tengah