seleb

Garin Nugroho Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa oleh ISI Surakarta. Begini Pertimbangan Pemberi Gelar

Rabu, 7 Desember 2022 | 16:37 WIB
Garin Nugroho dianugerahi gelar Dokter Honoris Causa oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. (Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, SURAKARTA -- Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa atau DR HC kepada sutradara, Garin Nugroho, Selasa, 6 Desember 2022.

Sidang Senat Terbuka dalam rangka penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa dilaksanakan di Pendopo GPH Joyokusumo dan dilanjutkan dengan Pertunjukan Setan Jawa di Teater Besar Gendhon Humardani ISI Surakarta.

BACA JUGA: Begadang Demi Piala Dunia Qatar 2022, Anda Wajib Perhatikan Kondisi Tubuh. Ini Caranya

Pemberian gelar DR HC ini sebagai penghormatan dan apresiasi atas berbagai pencapaian dan prestasi yang telah ditorehkan sutradara bernama lengkap Garin Nugroho Riyanto SH tersebut.

Gelar Doktor Honoris Causa, diberikan kepada seseorang yang telah berjasa atau berkarya luar biasa pada bidang seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta sumbangsihnya pada kebudayaan dalam arti lebih luas, termasuk dalam bidang kemanusiaan.

BACA JUGA: Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Pemanasan Jelang Natal dan Tahun Baru. Begini Kata Ken Setiawan

DR (HC) Garin Nugroho SH adalah satu di antara sedikit manusia yang berkarya, mencipta, mengabdi, dan berkomitmen secara konsisten, terus-menerus dalam teba kesenian yang sangat luas.

“Meskipun berbasis pada bidang penciptaan seni film, bagi kami, Garin secara luwes, adaptif, dan kreatif-inovatif, hadir dalam banyak ruang kesenian yang lain: musik dan karawitan, tari, teater, rupa, tembang dan lagu, yang hampir semuanya berangkat dari - dan untuk menjawab - berbagai persoalan dan keresahan masyarakat,” bunyi pernyataan ISI Surakarta.

BACA JUGA: Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung, Pelaku Tewas di Tempat, 3 Polisi Luka

Dalam Pidato Ilmiah Promovendus, Garin menguraikan sebuah tajuk, “Strategi Budaya Sebagai Oase Masyarakat Sipil Yang Demokratis.”

Garin Nugroho mengatakab OASE menunjuk tempat subur bagi kehidupan.

Kebudayaan sering diartikan atau dimanifestasikan sebagai bentuk seni dalam pengertian mikro, bahkan sering diartikans sebagai hiasan.

BACA JUGA: Mengenal Rumah Adat Karo Provinsi Sumatera Utara ! Siwaluh Jabu yang Unik dan Ikonik

“Namun langka meletakkan bentuk seni tersebut sebagai kebudayaan arti luas sehingga menjadi bagian tak terpisahkan hak hak sipil atau hak azazi manusia,” kata Garin Nugroho.

Ia menambahlan, akibatnya, seni sering dianggap tidak cukup memiliki nilai-nilai nominal dan intrinsik yang mampu secara langsung membangun ekonomi dan politik bangsa. Sebutlah, karta film alternatif tidak dihitung karena sumbangan nomial ekonomi dan mendukung politik.

Halaman:

Tags

Terkini