Garin menambahkan, kebudayaan merupakan suatu ekosistem untuk cara berpikir, bertindak dan bereaksi, individu, komunitas , beragam institusi dan negara bangsa terhadap tantangan dan masa depannya.
“Ekosistem tersebut berakar pada sains, teknologi dan estetika beserta nilai hidup yang tidak dipisahkan satu sama lainnya untuk mewujudkan peradaban,” ujar Garin Nugroho.
Garin Nugroho mengatakan, maka karya seni sebagai bagian tak terpisahkan dari kebudayaan, merupakan manifestasi manusia dalam cara pikir, tindak dan bereaksi baik dalam bentuk karya rupa, seni pertunjukkan, sastra, rupa hingga film serta beragam perkembangannya. Ia seperti oase, suatau ekosistem yang menjadi ruang menemukan kesuburan kehidupan.
Rektor ISI Surakarta Dr I Nyoman Sukerna SKar M Hum menyampaikan, harus diakui dalam setiap karyanya, Garin selalu menghadirkan narasi-narasi yang menggambarkan fenomena-fenomena baik sosial, politik, ekonomi, budaya, bahkan agama dalam sebuah tawaran kontestasi yang merangsang dan memaksa siapapun kita untuk berpikir, tanpa harus mengernyitkan dahi, namun menjadi paham dan sadar bahwa, semua yang tersaji itu ada dalam realitas masyarakat kita.
“Keluwesan pribadi dan keleluasaan seni telah membawa Garin dalam ruang-ruang yang lebih luas dari sekadar urusan seni. Garin adalah seniman, budayawan, pemikir, penulis, sutradara, dan aktivis sosial dengan level jaringan pertemanan yang cukup unik: petani, tukang batu, dia bisa bertemu, namun pejabat, menteri, atau bahkan presiden dapat menerimanya tanpa harus berpikir dampak maupun preseden,” ujar Nyoman Sukerna.
Rektor ISI Surakarta Dr I Nyoman Sukerna SKar M Hum menambahkan, ISI Surakarta, dan dalam jumlah yang sangat banyak para seniman-seniman akademisnya, selalu terlibat dan bersinggungan, baik langsung maupun tidak dalam sebagian besar karya Garin Nugroho.
“Dapat dikatakan, karya-karya Garin Nugroho adalah ensiklopedia pencapaian seniman-seniman akademisi dari Institut Seni Indonesia Surakarta,” kata Nyoman Sukerna. ***
Artikel Terkait
55 Perupa Terlibat Pameran Seni Rupa Honour for Ancestors di Jogja Gallery
Kemendikbudristek Tetapkan Syair Gulung dan Kanjan Serayong dari Ketapang Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Persekolahan Suster Pontianak Gelar Pentas Seni, 130 Siswa Terlibat dalam Rangka Memperingati Bulan Bahasa
Karya Seni I Wayan Upadana di Bandara Ngurah Rai Sambut Delegasi KTT G20
Sudah Tahu Sejarah Rencong di Indonesia ? Senjata Tradisional Aceh Masuk Daftar Warisan Budaya Benda Indonesia