Rahasia Happy Salma Menjaga Harmoni 14 Tahun Pernikahan dengan Bangsawan Bali

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 23 Desember 2024 | 19:51 WIB
KELUARGA - Happy Salma beserta suami dan kedua buah hatinya.   (DENPOST.id/ketut sugiadnyana)
KELUARGA - Happy Salma beserta suami dan kedua buah hatinya. (DENPOST.id/ketut sugiadnyana)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Artis senior Happy Salma berbagi pengalaman hidupnya setelah 14 tahun menikah dengan bangsawan Bali, Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthyasa.

Dalam wawancara dengan Rumpi No Secret di YouTube TRANS TV Official (20 Desember 2024), Happy mengungkapkan banyak perubahan yang ia alami, terutama terkait pandangannya terhadap budaya Indonesia.

Baca Juga: Jokowi dan Gibran Ikut Tren Reaction Lagu Viral ‘Waktu Ku Kecil’, Netizen Heboh

Happy menikah dengan Tjokorda Bagus pada 3 Oktober 2010.

Sebagai seorang "abdi dalem" dalam keluarga bangsawan Bali, Happy mengaku semakin memahami dan menghargai kekayaan budaya Nusantara.

“Setelah menikah, saya banyak belajar tentang diri sendiri dan budaya Indonesia. Saya jadi lebih terbuka dan semakin mengapresiasi betapa kayanya budaya kita,” ujar Happy.

Sebelum tinggal di Bali, ia memang sudah tertarik dengan adat istiadat.

Namun setelah menikah, Happy merasa harus lebih mendalami dan menjalankan tradisi, baik adat Bali maupun daerah lain.

Baca Juga: Cara Ampuh Menghilangkan Noda Tinta di Baju: Cepat, Mudah, dan Efektif

“Dulu saya biasa saja saat disuruh menari Jaipong oleh orang tua. Tapi setelah menikah, saya lebih menghargai budaya, termasuk budaya Sunda yang merupakan asal saya,” tambah Happy.

Happy juga mengaku tidak menyadari status bangsawan suaminya hingga proses pernikahan berlangsung.

Ia baru memahami pentingnya sistem kasta di Bali ketika terlibat langsung dalam adat dan tradisi masyarakat setempat.

Baca Juga: Rekor Pertemuan Indonesia vs Filipina di Piala AFF 2024, Skuad Garuda Jangan Minder Pernah Menang Telak 13-1

“Awalnya saya pikir kasta hanya bagian dari cerita masa lalu, tapi ternyata sistem itu masih sangat berperan. Saat pernikahan kami, ratusan orang datang membawa hadiah, hasil bumi, dan bingkisan. Rasanya seperti cerita legenda yang saya alami sendiri,” ungkapnya.

Pernikahannya dengan Tjokorda Bagus juga membawanya semakin tertarik menjelajahi situs-situs sejarah di berbagai daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X