PONTIANAK GLOBE – Kehadiran aktor Morgan Freeman pada seromi pembukaan Piala Dunia Qatar 2022 menarik perhatian khalayak banyak. Sebabnya, dia berdialog dengan pebisnis Qatar Ghanim Al Muftah seorang penyandang disabilitas.
Dialog Morgan dan Ghanim dinilai untuk mengetuk hati para penonton karena berhubungan dengan situasi konflik yang menciptakan perang dan permusuhan.
Padahal, menurut Morgan, manusia sesama makhluk hidup berada di bumi semestinya saling membantu dan bersatu.
Morgan mengatakan, ‘Apa yang mempersatukan kita lebih besar dari apa yang memisahkan kita. Kita adalah satu suku besar dan bumi adalah tenda kita. Bersama-sama kita dapat mengajak semua orang untuk bersatu.
Kemudian, Ghanim membalas pesan dari aktor berusia 83 tahun tersebut dengan membacakan surat Al-Hujurat Ayat 13.
Dikutip dari Surabaya Network.id, surat itu berbunyi bahwa ‘Hai Manusia, Sesungguhnya Kami menciptkan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kami berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal.
Keduanya berdialog memberikan pesan kepada sejumlah negara walau tidak menyebutkan negara mana saja yang sedang berkonflik. Namun, saat ini ada dua negara Rusia dan Ukraina sedang perang dan telah menyebabkan tidak sedikit manusia meninggal dunia.
Bukan hanya perang antar negara saling memperebutkan hak yang menjadi korban adalah masyarakat sipil. Ada pula konflik saling bertikai sesama penduduk di dalam satu negara berbeda suku atau ideologi politik.
Tentu publik penasaran dengan sosok Morgan Freeman, pria kelahiran Memphis, Amerika Serikat pada 1 Juni 1937 lalu, pernah membintangi sejumlah film sejak 1964. Salah satu peran yang menyita perhatian ketika Morgan Freeman membintangi sosok Nelson Mandela dalam film Invictus. Film tersebut bercerita tentang pemimpin Afrika Selatan yang menentang diskriminasi para warga kulit hitam.
Film yang diangkat dari buku berjudul Playing teh Enemy: Nelson Mandela and the Game That Made a Nation itu, Morgan Freeman berperan sebagai Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela.
Presiden Mandela prihatin dengan perbedaan ras kulit hitam dan putih yang menyebabkan kekerasan dan pertikaian berdarah berkepanjangan.
Masih banyak cerita era tahun 1990-an pernah tampil di film Robin Hood:Prince of Thieves. Bahkan pada 2004 muncul di film superhero Batman Begins dan The Dark Knight.
Artikel Terkait
Asyik, Kanwil Kemenkumham Kalbar Nobar Film Nariti. Aktornya Bastian Eks Coboy Junior
Rusia Serang Polandia, Joe Biden “Tidak Mungkin Rudal Yang Menghantam Polandia Ditembakkan Oleh Rusia”