PONTIANAKGLOBE -- Petugas pemadam kebakaran bekerja untuk memadamkan api di sebuah bangunan perumahan yang terkena serangan rudal Rusia di Kyiv pada hari Selasa.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan "tidak mungkin" rudal yang menyebabkan ledakan di Polandia timur ditembakkan oleh Rusia, tetapi dia yakin dan mengatakan sekutu Polandia akan mendukung penuh penyelidikan dari serangan ini.
Ledakan itu terjadi tepat saat Rusia melepaskan gelombang serangan rudal pada hari Selasa di kota-kota di seluruh Ukraina yang kemudian menghantam bangunan tempat tinggal dan mematikan listrik di daerah perkotaan.
Di negara tetangga Polandia, dua orang tewas dalam ledakan di salah satu fasilitas pemrosesan biji-bijian, yang berlokasi beberapa mil dari perbatasan Ukraina barat.
Dalam siaran pers yang diadakan pada malam hari, Kementerian Luar Negeri Polandia mengatakan "rudal buatan Rusia telah ditembakan ke desa Przewodów".
Kemudian duta besar Rusia datang untuk dimintai penjelasan yang terperinci.
BACA JUGA: Berikut Ini Skuad Lengkap Masing-masing Negara di Piala Dunia 2022 Qatar
Sebelumnya, pemerintah Polandia mengadakan pertemuan darurat untuk menghadapi situasi krisis dan berencana untuk menerapkan Pasal 4 perjanjian NATO, yang memungkinkan negara-negara anggota untuk berkonsultasi bersama untuk kemerdekaan politik atau keamanan, jika salah satu dari negara tersebut terancam atau diserang.
Rusia, sementara itu, mengatakan bahwa dugaan bahwa senjatanya mengenai Polandia adalah "provokasi yang disengaja".
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Jamu Makan Siang Para Pemimpin G20. Undang Presiden FIFA dan IOC Beri Sambutan
Ibu Iriana Ajak Para Pendamping Pemimpin G20 Melihat Kearifan Lokal Indonesia
Pakaian Adat Bali Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Mempersona Para Pemimpin G20 saat Jamuan Santap Malam