ragam

Menteri Arifin Tasrif: Realisasi Energi Terbarukan Sumbang Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Sepanjang 2022

Senin, 30 Januari 2023 | 17:32 WIB
Pekerja melintasi baling-baling raksasa energi bayu (Sumber: Tangkapan layar Kementerian ESDM)

PONTIANAKGLOGE -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan Indonesia telah melakukan langkah konkrit pengurangan emisi gas rumah kaca melalui kinerja sektor Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE)

Menurutnya, pemerintah sudah mampu merealisasikan total kapasitas terpasang pembangkit listrik dari energi terbarukan sebesar 12,5 GW. Adapun bauran energi primer pembangkit listrik sebesar 14,11 dari energi terbarukan yang keduanya mampu menyumbang enurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sektor energi.

"Pengurangan emisi GRK dengan peningkatan target menjadi 31,89% dengan kemampuan sendiri dan 43,20% dengan dukungan internasional," kata Menteri Arifin Tasrif dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Senin (30 Januari 2023).

Menurutnya, capaian emisi CO2 mampu mecapai 91,5juta ton dengan intensitas penurunan emisi CO2 sebesar 0,335 ton. Selain itu, pemerintah melaksanakan kebijakan energi bersi melalui biodisel mengurangi impor dan hemat devisa.

Pemerintah, kata dia, dari memanfaatkan biodiesel domestik hingga 10,45 juta kiloliter dan hemat devisa sebesar Rp122,65 triliun.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kapasitas pembangkit listrik EBT dari tenaga bayu pada 2022 sebesar 154,3 megawatt dengan target 2023 sebesar 154,3 Mw juga. Adapun, tenaga surya sebesar 270,3 Mw dengan target 430,4 Mw.

Sementara itu, Bioenergi sebesar 3.086 Mw pada 2022 dengan target 3.144 Mw pada 2023, energi panas bumi sebesar 2.342 Mw dan target 2.355 Mw pada 2023. Terakhir adalah tenaga air mencapai 6.688 Mw dan target 6.825 Mw pada 2023.

Tags

Terkini