ragam

Menelusuri Jejak 7 Hari: Sebuah Perjalanan Sejarah

Jumat, 12 April 2024 | 08:39 WIB
Babilonia

PONTIANAKGLOBE.COM -- Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa seminggu memiliki 7 hari?

Di balik sistem kalender yang kita gunakan saat ini, terdapat sejarah panjang dan menarik.

Baca Juga: Via Vallen Tebar Kebahagiaan di Kampung Halaman dengan Bagi-bagi Sembako Jelang Lebaran

Mari kita telusuri asal-usul sistem 7 hari dalam seminggu.

Peran Bangsa Babilonia
Konsep 7 hari dalam seminggu diyakini berasal dari peradaban Babilonia kuno, sekitar abad ke-6 Sebelum Masehi.

Bangsa Babilonia dikenal sebagai pengamat langit yang cerdik.

Baca Juga: Wika Salim Bagi Tips Hadapi Pertanyaan Kapan Nikah Saat Lebaran: Santai dan Fokus Kebahagiaan Keluarga

Mereka mengamati tujuh benda langit yang mereka anggap penting: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.

Berdasarkan pengamatan ini, mereka membagi siklus bulan menjadi empat fase, dan setiap fase dibagi menjadi tujuh hari.

Hal ini menghasilkan sistem kalender dengan 7 hari dalam seminggu.

Baca Juga: Pekan Gawai Dayak ke-38 di Pontianak Segera Digelar, Pemprov Kalbar Janji Undang Menteri Sandiaga Uno, Catat Tanggal Pelaksanaannya

Pengaruh Romawi dan Konstantinus Agung
Sistem 7 hari dari Babilonia kemudian diadopsi oleh bangsa Romawi.

Nama-nama hari dalam seminggu dalam bahasa Indonesia, seperti Minggu, Senin, Selasa, dan Rabu, berasal dari bahasa Latin dan terhubung dengan dewa-dewi Romawi.

Pada tahun 321 Masehi, Kaisar Konstantinus Agung secara resmi menetapkan sistem 7 hari dalam seminggu sebagai kalender resmi Romawi.

Ia juga menjadikan hari Minggu sebagai hari libur untuk menghormati hari kebangkitan Yesus Kristus dalam agama Kristen.

Halaman:

Tags

Terkini