Hari Radio Nasional 11 September, Eksistensi Radio di Tengah Gempuran Era Digital

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 12 September 2024 | 09:00 WIB
Ilustrasi Hari Radio Nasional. (Indotren.com/Asni Ovier DP) (Indotren.com/Asni Ovier DP)
Ilustrasi Hari Radio Nasional. (Indotren.com/Asni Ovier DP) (Indotren.com/Asni Ovier DP)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pada Rabu, 11 September 2024, Hari Radio Nasional diperingati sebagai momentum penting bagi kebangkitan infrastruktur penyiaran di Indonesia.

Meskipun berada di tengah pesatnya perkembangan era digital, radio tetap bertahan dengan memanfaatkan internet untuk berinteraksi dengan pendengarnya di seluruh negeri.

Baca Juga: Hubungan Dinar Candy dan Ko Apex Mengendur, DJ Cantik Ini Jarang Bertemu Kekasih

Media sosial juga memudahkan akses radio melalui layanan streaming.

Namun, bagaimana radio bisa tetap eksis di era digital yang dipenuhi konten dalam bentuk teks, gambar, dan video?

Berikut adalah ulasan tentang keberlangsungan radio di Indonesia.

Baca Juga: Zee Asadel Jajal Peran Laga di Film Pertamanya Usai Lulus dari JKT48

1. Radio: Media Penyiaran Pertama di Indonesia

Sejarah penyiaran radio di Indonesia mencatat dua jalur berbeda dalam pengelolaannya sejak 1927.

Pertama, jaringan penyiaran radio yang dikelola oleh Belanda dengan konten berorientasi budaya Barat.

Kedua, jaringan radio ketimuran yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia, berfokus pada pengembangan budaya lokal.

Radio ketimuran ini kemudian menjadi fondasi penting bagi infrastruktur penyiaran di tanah air, meliputi teknologi, manajemen, dan pengelolaan keuangan, serta isi siaran yang mencerminkan perjuangan bangsa di masa kolonial.

Baca Juga: Amanda Rawles Bertemu Sosok Laura Anna di Mimpinya saat Proses Syuting Film

2. Perkembangan Teknologi dan Radio

Pesatnya perkembangan teknologi turut mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi konten audio.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X