pontianak-insights

Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang Saat Aksi Mahasiswa, Ini Kronologinya

Rabu, 24 Juni 2026 | 05:05 WIB
Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran. (Instagram.com/@undercover.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Media sosial diramaikan oleh beredarnya video pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK), Muhammad Abdimaludin, yang mengaku menerima sejumlah uang menjelang aksi mahasiswa bertajuk "Tata Ulang Indonesia" pada 15 Juni 2026.

Video tersebut diunggah akun Instagram @undercover.id pada Selasa (23/6/2026). Dalam rekaman itu, Abdimaludin menyampaikan klarifikasi di hadapan civitas akademika Universitas Bung Karno.

Baca Juga: Review Infinix Hot 40 Pro Ponsel Gaming 900 Ribuan dengan Layar 90 FPS yang Gacor, Ini Alasan Mengapa Kamu Harus Segera Meminang-nya

Ia mengakui telah menerima uang yang disebut berkaitan dengan upaya mengalihkan titik aksi mahasiswa agar tidak bergerak menuju kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

“Terkait persoalan yang menjadi objek pembicaraan, terkait uang itu, saya memang menerima,” kata Abdimaludin dalam video tersebut.

Pengakuan dalam Forum Klarifikasi

Berdasarkan informasi yang beredar, pengakuan tersebut disampaikan dalam forum klarifikasi mahasiswa yang digelar pada Senin (22/6/2026) malam.

Dalam keterangannya, Abdimaludin tidak menjelaskan secara rinci total nominal uang yang dijanjikan. Namun, ia menyebut dana yang diterimanya baru sekitar 20 persen dari jumlah yang dibicarakan sebelumnya.

Baca Juga: Perkuat Daya Saing UMKM, BI Kalbar Gelar Rabbani Future Business 2026

Ia juga mengungkapkan sebagian uang tersebut telah dibagikan kepada sejumlah pihak.

“Rp2,5 juta ke dua alumni, Rp2 juta ke wakil saya, Rp2 juta ke Mubarak, dan Rp2 juta ke BEM FE UBK,” ujarnya.

Menurut Abdimaludin, dana tersebut sebagian digunakan untuk keperluan pribadi dan sebagian lainnya didistribusikan kepada sejumlah pengurus organisasi mahasiswa.

Sebut Diterima Melalui Anggota Polisi

Dalam klarifikasinya, Abdimaludin mengatakan uang tersebut diberikan melalui seorang anggota kepolisian yang dikenalnya melalui alumni Universitas Bung Karno.

“Sebelumnya ada pihak kepolisian agar kami tidak turun aksi, tapi kami tetap turun,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini