pontianak-insights

Menakar Jalan Panjang Menuju Net Zero Emission 2060, Begini Peran GIZ dalam Transformasi Hijau Indonesia

Kamis, 18 Juni 2026 | 08:49 WIB
Kondisi hutan dan sungai di Kalimantan Tengah, Indonesia. (Pexels/Erik Munandar)

Melalui program Innovation Regions for a Just Energy Transition (IKI JET), pemerintah dan mitra pembangunan berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap memiliki peluang ekonomi baru melalui pelatihan dan penciptaan lapangan kerja hijau.

Pilar keempat berfokus pada penguatan kemandirian energi di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Baca Juga: Mengenal Willy Wedhanta, Sastrawan yang Menjaga Ruang Hening di Tengah Kebisingan Digital

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan distribusi energi yang tidak sederhana.

Pengembangan pembangkit energi berbasis surya, biomassa, dan hidro skala kecil menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Sementara pilar kelima adalah peningkatan efisiensi energi, termasuk pada sektor pendingin udara dan bangunan.

Langkah ini sering luput dari perhatian, padahal efisiensi energi merupakan salah satu cara tercepat dan termurah untuk mengurangi emisi karbon.

Peluang bagi Kalimantan Barat

Bagi Kalimantan Barat, agenda transisi hijau memiliki arti yang sangat penting.

Provinsi ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, kawasan hutan yang luas, serta potensi energi terbarukan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Pada saat yang sama, Kalimantan Barat juga menghadapi tantangan terkait kebakaran hutan dan lahan, degradasi lingkungan, serta kebutuhan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, berbagai inisiatif dekarbonisasi dan pembangunan rendah karbon dapat menjadi peluang untuk menghadirkan model pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Pengembangan energi bersih, penguatan ekonomi hijau, perlindungan hutan, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim berpotensi menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pada akhirnya, Net Zero Emission bukan sekadar angka atau target yang harus dicapai pada tahun 2060.

Yang lebih penting adalah bagaimana proses menuju target tersebut mampu menciptakan ekonomi yang lebih tangguh, industri yang lebih kompetitif, energi yang lebih mandiri, serta lingkungan yang tetap terjaga.

Halaman:

Tags

Terkini