pontianak-insights

Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak yang Tolak Final Ulang LCC MPR Ternyata Pernah Teliti ‘Perilaku Sosial Anak’

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:43 WIB
Mengintip sosok kepala sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati yang menarik perhatian usai viral aksi kritis siswanya di LCC MPR RI. (Instagram @smansaptk.informasi)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Perhatian publik di media sosial kini tertuju pada sosok Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, usai viralnya aksi kritis siswinya, Josepha Alexandra alias Ocha dalam ajang final LCC MPR tingkat Kalimantan Barat.

Ajang lomba cerdas cermat tersebut sebelumnya menuai kontroversi ketika tim SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), namun dinyatakan salah oleh dewan juri.

Baca Juga: Kesaksian Karyawan soal Kebakaran Pabrik Ban Purworejo: Api Cepat Membesar hingga APAR Tak Mampu Padamkan

Yang menjadi sorotan, jawaban serupa dari peserta SMAN 1 Sambas justru dianggap benar oleh juri.

Dalam kompetisi itu, Josepha Alexandra bersama rekan-rekannya sempat melayangkan protes langsung di arena lomba. Namun, keberatan tersebut tidak diterima dengan alasan keputusan juri bersifat final.

Kontroversi tersebut kemudian memunculkan isu adanya usulan pelaksanaan final ulang LCC MPR.

Meski demikian, Indang Maryati selaku Kepala SMAN 1 Pontianak justru menegaskan pihak sekolah tidak akan ikut apabila final ulang benar-benar digelar.

Tegas Tolak Final Ulang LCC MPR

Melalui pernyataan resmi SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati menegaskan bahwa sekolahnya tetap mendukung SMAN 1 Sambas untuk melaju ke tingkat nasional.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Hebat di Pabrik Ban Purworejo, Bermula dari Asap di Area Parkir Motor Karyawan

Menurutnya, sikap tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap hasil kompetisi yang telah diputuskan.

“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” ujar Indang Maryati dalam pernyataannya pada Kamis, 14 Mei 2026.

Indang menegaskan, sejak awal pihak sekolah tidak berniat menganulir hasil perlombaan, melainkan hanya meminta kejelasan terkait penilaian yang dipersoalkan saat lomba berlangsung.

Baca Juga: Viral Guru Bantu Siswa Seberangi Sungai Deras di Aceh Tengah, Jembatan Apung Mulai Rusak

“Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini

HP Dorong Visi Future of Work di HP Elevate 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:27 WIB