PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, didampingi Sekretaris Jenderal Makali Kumar, menyatakan dukungannya terhadap perkembangan media digital independen atau yang disebut sebagai media homeless maupun new media di Indonesia.
Menurut Firdaus, perkembangan teknologi digital dan media sosial telah melahirkan pola baru dalam penyebaran informasi yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada model media konvensional dengan kantor fisik dan struktur organisasi besar.
Baca Juga: Haul Sultan Maulana Yusuf ke-460 H di Serang Angkat Kejayaan Maritim dan Peradaban Banten
Pernyataan tersebut disampaikan Firdaus di sela kegiatan Fun Walk Dewan Pers bersama awak media dan masyarakat dalam rangka memperingati World Press Freedom Day (WPFD) 2026 yang diperingati setiap 3 Mei.
Kegiatan tersebut digelar Dewan Pers pada 10 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Firdaus menilai fenomena media homeless merupakan realitas baru dalam dunia pers dan komunikasi publik yang tidak dapat dihindari di tengah perkembangan era digital.
Ia berharap keberadaan media jenis tersebut dapat diterima oleh masyarakat pers nasional, termasuk Dewan Pers, sebagai bagian dari ekosistem media massa modern.
Baca Juga: Modus Pinjam Buat Soal, Guru SMA di Jakarta Diduga Gadai Laptop Siswa
“Perkembangan media digital saat ini sudah sangat terbuka. Banyak kreator informasi yang bekerja secara mandiri tanpa kantor fisik, tetapi mampu menghadirkan informasi secara cepat dan menjangkau audiens luas. Fenomena ini tidak bisa diabaikan,” ujar Firdaus.
Fenomena Media “Homeless”
Istilah media homeless atau media baru merujuk pada saluran informasi maupun kreator konten digital yang menyajikan berita atau informasi layaknya media massa, namun tidak memiliki struktur redaksi konvensional, kantor tetap, maupun sistem administrasi sebagaimana perusahaan pers pada umumnya.
Model ini berkembang pesat melalui berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, podcast, dan media sosial lainnya.
Sebagian besar dijalankan secara mandiri dari rumah atau secara remote dengan dukungan perangkat digital sederhana.
Baca Juga: Bareskrim Tangkap 321 WNA Diduga Operator Judi Online di Jakarta Barat
Selain menyampaikan informasi aktual, sebagian kreator juga mengembangkan konten berbasis gaya hidup, home living, dekorasi rumah, hingga aktivitas keseharian yang dikemas secara informatif dan menarik.