PONTIANAKGLOBE.COM, MALUKU UTARA -- Video amatir yang diduga direkam pemandu wisata Gunung Dukono, Lexi Djangu, saat erupsi besar terjadi di Halmahera Utara, Maluku Utara, viral di media sosial.
Dalam rekaman yang dibagikan ulang akun X @infogempadunia pada Sabtu (9/5/2026), tampak situasi mencekam ketika kepulan asap hitam dan material vulkanik meluncur dari arah puncak Gunung Dukono.
Baca Juga: Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18 Orang
Video tersebut memperlihatkan Djangu bersama sejumlah pendaki asing sedang memantau aktivitas gunung sebelum akhirnya berupaya menjauh dari area berbahaya.
“Ini situasi Erupsi Gunung Dukono dari jarak dekat,” tulis unggahan tersebut.
“Erupsi terbesar dalam sejarah Gunung Dukono terjadi tadi pagi sekitar pukul 07.40 WIT dengan ketinggian kolom abu mencapai 10.000 meter,” lanjut keterangan dalam postingan itu.
Erupsi tersebut dilaporkan menewaskan tiga orang dan memicu operasi penyelamatan terhadap para pendaki yang sempat terjebak di sekitar kawah Gunung Dukono.
Usai videonya viral, Lexi Djangu akhirnya buka suara melalui akun Facebook pribadinya, Lexi Djangu Trekker. Ia menegaskan dirinya bukan pembuat konten, melainkan pemandu wisata bersertifikasi.
“Saya bukan content creator, saya pemandu wisata yang bersertifikasi dan tetap melakukan prosedur sebelum pendakian,” kata Djangu pada Sabtu, 9 Mei 2026.
“(Hal tersebut dengan) melakukan observasi digital dan juga visual sebelum mengambil keputusan,” tambahnya.
Djangu menjelaskan saat erupsi terjadi, posisi perkemahan mereka berada sekitar empat kilometer dari kawah. Menurutnya, jarak itu masih sesuai rekomendasi pihak vulkanologi.
“Meskipun demikian jika terjadi perubahan arah angin maka harus turun,” ujarnya.
Dalam pendakian tersebut, Djangu mengaku tujuan utama rombongan adalah mengambil foto erupsi dan percikan lahar Gunung Dukono dari titik aman.
“Target kami adalah fotografi erupsi dan percikan lahar dari jarak yang direkomendasikan,” terangnya.
Ia juga menyebut sempat mendatangi kantor vulkanologi untuk mempelajari aktivitas Gunung Dukono melalui alat seismograf dan peta arah bukaan kawah.