Gunung Dukono Meletus Hebat, Pendaki Dekat Kawah Disebut Nyaris Tak Selamat

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 22:03 WIB
Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi.  (Dok. Facebook.com / Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)
Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi. (Dok. Facebook.com / Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)

“Oleh karena itu pendakian yang aman itu dari jalur timur, namun saat itu kami batal mendaki karena aktivitas masih tinggi,” tutur Djangu.

Menurut Djangu, dirinya sempat merasa ada kejanggalan saat tiba di lokasi pemantauan. Ia menyebut puncak Gunung Dukono terlihat tanpa asap, berbeda dari karakter biasanya.

“Saat tiba di lokasi kami setting tenda sambil lakukan pemantauan, terlihat benar-benar tidak ada asap di puncak,” katanya.

“Ini aneh, karakter Gunung Dukono tidak seperti ini, ini berbahaya karena (diduga) ada sumbatan pada dasar kawah dan tekanan besar sedang terkumpul,” ungkapnya.

Saat erupsi terjadi sekitar pukul 07.42 WIT, Djangu mengaku melihat sejumlah pendaki sudah berada dekat bibir kawah.

“Ada seorang wanita berkaos putih lengan panjang terpantau sedang berlari diikuti sebuah drone yang terbang di atas,” jelas Djangu.

“Saat sedang berjalan tiba-tiba pada pukul 7.42 terjadi dentuman disertai dengan asap hitam, percikan lahar cair, batu dan disertai gelombang supersonik,” sambungnya.

Di tengah situasi panik tersebut, Djangu sempat merekam letusan Gunung Dukono yang kemudian viral di media sosial.

“Moment itu kami abadikan sambil memperhatikan arah angin dan material vulkanik,” terangnya.

Baca Juga: Sempat Coba Diselamatkan, Haerul Saleh Meninggal dalam Kebakaran Rumah

“Dalam pikiran saya, mereka yang baru saja tiba di bibir kawah mungkin tidak ada yang selamat, namun kuasa Tuhan itu berlaku, terdengar kabar dari anak saya bahwa banyak yang selamat,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Djangu mengingatkan para pendaki agar tidak mengambil keputusan tanpa pengamatan matang saat mendaki gunung api aktif.

“Gunung api itu berbahaya, tetap waspada,” tutupnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

HP Dorong Visi Future of Work di HP Elevate 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:27 WIB
X