“Sebenarnya ada alarm, tapi ketahuannya 15 menit setelah kejadian. Qadarullahnya saya lagi di kapal Bakauheni-Merak otw Jakarta, mungkin gangguan sinyal dan biasanya notif masuk sama suara CCTV-nya besar,” ungkapnya.
Meski laporan telah dibuat ke pihak kepolisian dan video sudah viral, hingga kini pelaku belum berhasil diamankan.
Korban mengaku merasa tidak aman, terlebih sebagai ibu dengan dua anak yang harus menghadapi situasi ini.
“Saya sebagai ibu dua anak merasa terancam dan tidak aman terkait pelaku belum ditangkap. Sebagai ibu dua anak, waktu dan energi saya banyak terkuras sejak 26 Maret 2026,” tutupnya.***