pontianak-insights

4 Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diamankan

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:28 WIB
Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Markas Besar (Mabes) Walikota TNI Jenderal (Mayjen) Yusri Nuryanto saat jumpa pers terkait penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus di Mabes TNI, Jakarta. (Dok.Istimewa)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Perkembangan baru muncul dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus. Empat orang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut kini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Keempat terduga pelaku diserahkan dari unsur intelijen militer dan saat ini berada di bawah penanganan Pusat Polisi Militer TNI. Komandan Puspom TNI, Yusri Nuryanto, menyebut proses hukum tengah berjalan menuju tahap penyidikan.

“Empat orang yang diduga terlibat sudah diamankan dan saat ini sedang didalami untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Baca Juga: Kisah Pilu Pemudik di Ciwandan, Ibu Wafat Saat Antre Mudik

Pasal yang digunakan sementara mengarah pada tindak penganiayaan berat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.

“Pasal yang diterapkan mencakup ancaman pidana mulai dari empat hingga tujuh tahun penjara,” lanjutnya.

Identitas keempat terduga pelaku telah dikantongi dengan inisial NDP, SL, BWH, dan ES. Mereka diduga menjalankan aksi secara terorganisir dengan pola pergerakan yang terpantau melalui rekaman kamera pengawas.

Dari hasil penelusuran Polda Metro Jaya, para pelaku disebut telah menunggu korban di kawasan Cikini sebelum melakukan pembuntutan hingga ke Jalan Salemba. Pergerakan tersebut terekam oleh sejumlah CCTV di berbagai titik.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menyebut pola aksi pelaku menunjukkan adanya perencanaan matang.

“Pergerakan pelaku terlihat sistematis, mulai dari menunggu, mengikuti, hingga berpencar setelah kejadian,” ujarnya.

Salah satu pelaku bahkan disebut sempat mengganti pakaian sebelum berpencar ke sejumlah lokasi berbeda, termasuk Ragunan, Kalibata, hingga Bogor. Pola ini memperkuat dugaan bahwa aksi dilakukan secara terencana, bukan spontan.

Keterlibatan unsur militer dalam proses awal pengamanan para terduga pelaku turut menjadi perhatian publik dan memunculkan pertanyaan mengenai pola serangan serta kemungkinan jejaring di baliknya.

Baca Juga: Tertangkap Kamera, Kepala BGN Jambi Diduga Main Game Saat Rapat

Sorotan juga datang dari Novel Baswedan yang pernah menjadi korban serangan air keras pada 2017. Ia menilai terdapat perbedaan mencolok dalam pola penyerangan.

“Kalau melihat pola yang sekarang, ini dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinasi. Itu berbeda dengan yang saya alami dulu,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini