PONTIANAKGLOBE.COM, LAMPUNG -- Keluhan soal jalan rusak di Kali Papan, Way Kanan, Lampung kembali mencuat setelah sebuah video diunggah akun Instagram @gilaang.ramadhaan dan ramai diperbincangkan. Warga menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan berarti.
Video yang telah ditonton puluhan ribu kali itu memperlihatkan jalan tanah merah yang rusak parah, berlumpur, dan dipenuhi genangan air setelah hujan. Warga yang melintas harus ekstra waspada karena permukaannya licin dan tidak rata.
“Bertahun-tahun bahkan sampai puluhan tahun, jalan kami belum ada perbaikan,” ucapnya dalam video tersebut, dikutip pada Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: MBG Ramadan Tuai Kritik, Porsi dan Gizi Dipertanyakan
Ia menggambarkan bagaimana setiap hari masyarakat terpaksa melewati akses tersebut dengan risiko terjatuh.
“Setiap hari kami lewat sini, setiap hari kami harus hati-hati karena sedikit saja lengah bisa terjatuh,” ujarnya.
Menurut penuturannya, jalan itu sebenarnya pernah diaspal, namun kondisinya kembali rusak dalam waktu singkat.
“Sebenarnya jalan ini pernah diaspal, tapi tidak lama kemudian rusak lagi. Kami sempat berharap, kami pikir akhirnya ada perubahan tapi ternyata perubahan itu tidak bertahan lama,” tambahnya.
“Mungkin kualitasnya belum maksimal dan sekarang kondisinya kembali seperti ini,” sambungnya.
Ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga, mulai dari jalur menuju tempat kerja hingga rute anak-anak berangkat sekolah.
“Ini bukan cuma akses jalan untuk lewat, tapi akses untuk anak-anak sekolah, akses orang tua mencari nafkah, dan akses warga untuk hidup,” lanjutnya.
“Dan sampai hari ini, belum ada perubahan,” tuturnya lagi.
Di sepanjang ruas jalan itu juga terdapat satu sekolah TK yang masih aktif beroperasi. Anak-anak tetap datang setiap hari meski harus melewati jalur yang rusak parah.
“Ada satu sekolah TK yang berdiri di tengah jalan rusak ini, sekolahnya masih bertahan dan anak-anaknya tetap datang setiap hari. Jalan yang dilalui benar-benar parah banget, luar biasa untuk lewat pokoknya,” terangnya.
Dalam video berdurasi 1 menit 45 detik tersebut, ia menunjukkan masih banyak perumahan yang dihuni warga.