pontianak-insights

Pemulihan Lambat? Empat Desa Aceh Tengah Masih Tanpa Listrik

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:56 WIB
Warga dan Petugas PLN gotong royong menyeberangi sungai sambil membawa tiang listrik untuk desa terisolir di Aceh Tengah. (Dok. Instagram/serta_lia_gali)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TENGAH -- Lebih dari dua bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh Tengah pada akhir November 2025, dampak bencana masih dirasakan warga di sejumlah wilayah.

Bencana hidrometeorologi yang memengaruhi tiga provinsi di Sumatera itu membuat beberapa daerah masih sangat membutuhkan bantuan, terutama di Kecamatan Linge, Aceh Tengah, yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.

Baca Juga: BEYOND Community Ramaikan Booth BYD di IIMS 2026

Empat desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat hingga kini masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus dan jaringan listrik yang belum pulih. Untuk memenuhi kebutuhan penerangan, warga hanya mengandalkan genset yang dinyalakan pada waktu tertentu.

Karena kendaraan roda empat belum bisa mencapai wilayah tersebut, warga bersama petugas PLN bergotong royong memikul ratusan tiang listrik dengan berjalan kaki dan menyeberangi Sungai Kala Ili sejak Sabtu, 7 Februari 2026. Tiang-tiang listrik itu digunakan untuk memperbaiki jaringan listrik yang rusak akibat bencana.

“Ada 4 desa lagi pascabencana sampai saat ini belum dialiri arus listrik. Penerangan sementara dari 4 desa itu, warga masih menggunakan genset untuk penerangan,” tulis dalam keterangan unggahan akun Instagram @serta_lia_gali, dikutip pada Rabu (11/2/2026). 

Proses penyeberangan peralatan juga melibatkan mobil crane PLN yang dibantu ekskavator. Upaya perbaikan jaringan listrik terus dilakukan hingga Selasa, 10 Februari 2026, termasuk di Desa Reje Payung yang berada di pedalaman dan menjadi wilayah paling ujung di bagian timur Aceh Tengah.

“Desa paling ujung Aceh Tengah sampai saat ini belum mendapatkan arus listrik, ditambah belum ada akses roda 4,” tutur pemilik akun yang sama.

Baca Juga: Mohan Hazian Buka Suara soal Dugaan Kasus Pelecehan yang Viral

“Air bersih, kesehatan, dan hunian sementara belum juga mereka dapatkan,” tambahnya.

Setelah menyeberangi sungai, warga masih harus membawa tiang listrik melewati medan terjal yang dipenuhi sisa material banjir seperti lumpur, kerikil, dan kayu sebelum akhirnya dipasang di lokasi.

Sementara itu, Aceh Tengah kini memasuki masa Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari sejak 6 Februari hingga 6 Mei 2026, dengan fokus pada rehabilitasi infrastruktur penting, pemulihan akses transportasi, pembangunan hunian, serta pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.***

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB