pontianak-insights

Curhat Onad Setelah Bebas Rehabilitasi, Narkoba Bukan Sekadar Coba-coba

Minggu, 1 Februari 2026 | 12:32 WIB
Menyoroti pengakuan artis, Onadio Leonardo setelah 3 bulan jalani rehabilitasi narkoba. (Dok. Instagram.com/@onadioleonardo_official)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Onadio Leonardo kembali tampil ke publik usai menyelesaikan masa rehabilitasi terkait kasus penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya. Setelah tiga bulan menjalani proses pemulihan, Onad muncul dalam podcast milik Deddy Corbuzier dan berbagi cerita tentang apa yang ia alami selama berada di panti rehabilitasi.

Dalam perbincangan itu, Onad mengaku awalnya menganggap penggunaan narkoba sebagai sesuatu yang sepele. “Aku pikir kayak pakai seatbelt aja coba-coba sekali nggak masalah,” kata Onad sebagaimana dilansir dari siniar YouTube Deddy Corbuzier, pada Sabtu (31/1/2026). 

Baca Juga: XLSMART Luncurkan Layanan XL Utara 5G+

Selama rehabilitasi, Onad mengaku banyak bertemu dengan sesama pengguna narkoba yang kondisinya jauh lebih parah. “Ada yang sampe lupa nama dirinya sendiri,” tuturnya.

Ia juga menceritakan proses konsultasi yang dijalaninya bersama psikolog di tempat rehabilitasi. Dari sana, Onad mulai memahami bahwa penggunaan narkoba yang ia lakukan bukan sekadar untuk bersenang-senang. “Aku kulik, apa sih yang ada di diriku. Oh ternyata bukan recreation katanya (memakai narkoba),” ujarnya.

Melalui rangkaian terapi tersebut, Onad baru menyadari adanya kondisi psikologis yang selama ini memengaruhi dirinya. Ia menyebut psikolog mendiagnosis dirinya mengalami sindrom Peter Pan. “Dan ada yang namanya sindrom Peter Pan, aku katanya begitu,” terang Onad.

Ia pun mengakui kesulitannya melepaskan masa kejayaan di usia muda. “Aku tidak bisa move on dari golden age saat masih 19 tahun,” tegasnya.

Sindrom Peter Pan sendiri dikenal sebagai kondisi psikologis di mana seseorang mengalami kesulitan menghadapi kedewasaan.

Baca Juga: Banjir Setinggi Dada, Bapak di Bekasi Malah Bernyanyi: Sindiran Halus yang Menyentil

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Dan Kiley melalui bukunya The Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grown Up pada 1983. Dalam kajiannya, Kiley menjelaskan bahwa kondisi ini kerap dipengaruhi oleh pola asuh dan lingkungan keluarga sejak kecil.

“Ayah memiliki peran kunci dalam pertumbuhan dan perkembangan putra mereka,” ungkap Kiley sebagaimana dikutip dari The Fifth Medium, pada Sabtu, 31 Januari 2026. “(Hal itu) karena anak laki-laki mencari bimbingan dan disiplin dari ayah mereka untuk memahami batasan dan mempelajari perilaku emosional dan sosial yang tepat,” tambahnya.

Kiley menilai, hubungan keluarga yang dipenuhi konflik, rasa dendam, dan saling menyalahkan juga dapat membentuk pola psikologis tersebut. Dalam kondisi itu, anak laki-laki berpotensi tumbuh dengan beban emosional yang membuatnya sulit keluar dari fase kekanak-kanakan hingga dewasa.***

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB